TEBET, AYOJAKARTA - Masker menjadi salah satu benda wajib yang harus digunakan kemanapun kita pergi selama masa pandemi Covid-19. Memakai masker dengan benar juga merupakan bagian protokol kesehatan demi meminimalisir penularan.
Sejatinya, penggunaan masker sangat disarankan dua lapis. Lapis pertama adalah masker medis dan lapis kedua merupakan masker kain. Tujuannya tak lain untuk mencegah droplet yang keluar dan masuk dari dan ke saluran pernapasan.
Menggunakan masker bagi orang dewasa tentu tidak sulit. Namun, bagaimana dengan anak-anak? Ternyata, UNICEF dan badan kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) sudah merilis panduan serta rekomendasi memakasi masker pada anak-anak.
"Masker tidak perlu digunakan oleh siapa pun yang tidak bisa melepas masker tanpa bantuan—termasuk di antara mereka adalah bayi dan balita, atau seseorang dengan kesulitan bernapas," demikian pernyataan dilansir dari laman resmi UNICEF, dikutip laman resmi Satgas Covid-19, Minggu 24 Oktober 2021.
Berikut tiga rekomendasi UNICEF dan WHO tentang penggunaan masker pada anak:
1. Anak berusia lima tahun ke bawah
Mereka tidak perlu diwajibkan mengenakan masker. Anjuran ini dibuat demi keselamatan anak dan fakta bahwa setiap anak boleh jadi mencapai tahap perkembangan pada usia yang berbeda-beda.
2. Anak usia 6-11
Anak-anak di usia ini dapat mengenakan masker berdasarkan tingkat risiko. Faktor risiko termasuk penularan lokal; kemampuan anak untuk mematuhi aturan; kehadiran orang dewasa; dan pertimbangan lain seperti kondisi disabilitas atau penyakit bawaan.
3. Anak usia 12 ke atas
Anak di usia ini telah dianggap mengerti. Mereka dapat diminta mengikuti aturan mengenakan masker yang sama dengan yang berlaku untuk orang dewasa.
Adapun tips bagi orang tua yang hendak memakaikan masker pada anak-anak, yakni:
- Perhatikan ukuran masker yang sesuai. Pasalnya, mayoritas masker dirancang untuk orang dewasa sehingga ukurannya terlalu besar untuk anak.
- Pilih yang cocok. Jika sulit, Anda dapat membuat sendiri masker untuk anak Anda.
- Pastikan masker menutupi area mulut, hidung, dan dagu tanpa celah pada sisi wajah dan masker tidak menghalangi pandangan.
- Pastikan pula anak bisa bernapas dengan nyaman, termasuk saat berjalan cepat dan berbicara.
Selain itu, bagi orang tua, penting diperhatikan juga mengenai durasi pemakaian masker pada anak. Sama halnya dengan orang dewasa, gantilah masker secara berkala (dianjurkan maksimal empat jam) atau jika masker robek, basah dan kotor.
Selain masker, para orangtua juga wajib mengedukasi anak-anak mereka tentang pentingnya menjalankan protokol kesehatan yang lain seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, juga menghindari kerumunan jika berada di sekolah.

Share this article
Selain masker, para orangtua juga wajib mengedukasi anak-anak mereka tentang pentingnya menjalankan protokol kesehatan yang lain.