AYOJAKARTA.COM – Blue Zones adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada daerah-daerah di dunia di mana penduduknya memiliki harapan hidup yang lebih tinggi dan tingkat penyakit kronis yang lebih rendah dibandingkan dengan populasi lainnya.
Peneliti Dan Buettner mengidentifikasi lima Blue Zones di dunia: Okinawa (Jepang), Sardinia (Italia), Nicoya (Kosta Rika), Ikaria (Yunani), dan Loma Linda (California, AS).
Orang-orang di daerah-daerah ini memiliki kebiasaan hidup yang diyakini berkontribusi pada umur panjang mereka.
Artikel ini akan membahas sembilan kebiasaan utama yang ditemukan di Blue Zones.
Baca Juga: Diisukan Bakal Diusung PDIP Dalam Pilgub Jakarta 2024, Anies Baswedan: Mana Dokumen Resminya?
1. Bergerak Alamiah
Penduduk Blue Zones tidak melakukan olahraga berat di gym, tetapi mereka cenderung tetap aktif secara fisik sepanjang hari melalui aktivitas sehari-hari.
Mereka berjalan kaki, berkebun, memasak, dan melakukan pekerjaan rumah. Aktivitas fisik yang terintegrasi dengan rutinitas harian ini membantu menjaga kebugaran tubuh tanpa perlu latihan intensif yang terstruktur.
2. Tujuan Hidup
Memiliki tujuan hidup atau “ikigai” dalam bahasa Jepang dan “plan de vida” dalam bahasa Kosta Rika, terbukti memberikan dorongan psikologis yang signifikan.
Orang-orang yang memiliki tujuan hidup yang jelas cenderung memiliki kesehatan mental yang lebih baik dan tingkat stres yang lebih rendah, yang berkontribusi pada umur panjang.
Tujuan hidup memberi mereka alasan untuk bangun setiap pagi dan terus aktif.
3. Melambatkan Diri
Masyarakat di Blue Zones memiliki kebiasaan untuk melambatkan diri dan mengurangi stres.
Mereka melakukannya melalui berbagai cara, seperti meditasi, doa, tidur siang, atau sekadar menikmati momen bersama keluarga dan teman.
Melambatkan diri membantu mengurangi tekanan darah, menurunkan kadar kortisol, dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.
4. Aturan 80%
Aturan 80% atau “hara hachi bu” dari Okinawa adalah kebiasaan makan yang menganjurkan untuk berhenti makan ketika perut sudah terisi 80%.
Kebiasaan ini mencegah makan berlebihan dan membantu menjaga berat badan ideal.
Makan dengan kesadaran dan tidak sampai kenyang penuh memungkinkan pencernaan bekerja lebih baik dan mengurangi risiko penyakit metabolik.
5. Lebih Banyak Sayur
Diet penduduk Blue Zones didominasi oleh tumbuhan, terutama sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan kacang-kacangan.
Konsumsi daging sangat minim dan biasanya hanya untuk acara khusus. Diet berbasis tumbuhan yang kaya akan serat, vitamin, dan mineral ini berkontribusi pada kesehatan jantung, mengurangi peradangan, dan mencegah berbagai penyakit kronis.
6. Teman pada Jam 5 Sore
Sosialisasi adalah bagian penting dari kehidupan di Blue Zones. Mereka menghabiskan waktu bersama teman-teman dan keluarga secara rutin, sering kali sambil menikmati makanan atau minuman.
Kegiatan ini tidak hanya memperkuat ikatan sosial tetapi juga memberikan dukungan emosional yang sangat penting untuk kesehatan mental.
Interaksi sosial yang sehat membantu mengurangi risiko depresi dan meningkatkan kebahagiaan.
7. Lingkaran Positif
Penduduk Blue Zones dikelilingi oleh lingkaran sosial yang mendukung dan positif. Mereka menjaga hubungan yang baik dengan orang-orang di sekitar mereka, termasuk keluarga, teman, dan tetangga.
Lingkaran positif ini memberikan dukungan moral, membantu mereka mengatasi stres, dan memotivasi mereka untuk menjaga gaya hidup sehat.
8. Belong
Merasa menjadi bagian dari suatu komunitas atau kelompok yang lebih besar adalah faktor penting dalam kehidupan penduduk Blue Zones.
Banyak dari mereka yang aktif dalam kegiatan keagamaan atau komunitas lokal. Rasa memiliki ini memberikan rasa aman dan tujuan, serta memperkuat ikatan sosial yang mendukung kesehatan mental dan emosional.
Baca Juga: 1 DPO Kasus Pembunuhan Vina Cirebon Berhasil Dibekuk, Polda Jabar Sarankan Keluarga Serahkan Pelaku
9. Keluarga yang Utama
Keluarga memiliki peran sentral dalam kehidupan penduduk Blue Zones. Mereka menempatkan keluarga sebagai prioritas utama, merawat anggota keluarga yang lebih tua, dan menjaga hubungan erat dengan anak-anak dan cucu.
Ikatan keluarga yang kuat memberikan dukungan emosional dan fisik, yang penting untuk kesehatan jangka panjang.

Share this article
Orang-orang di daerah Blue Zones memiliki kebiasaan hidup yang diyakini berkontribusi pada umur panjang mereka.