AYOJAKARTA.COM — Pada momen hari raya Idulfitri, pasti tidak terlepas dari sajian ketupat atau lontong.
Adanya ketupat pada hari raya dikenal sebagai Lebaran Ketupat.
Disebut demikian karena hidangan yang disajikan adalah ketupat yang merupakan makanan berbahan dasar beras.
Ketupat dimasak dalam anyaman daun kelapa muda hingga matang.
Sedangkan lontong dapat dibungkus menggunakan daun pisang atau plastik.
Namun, apakah ketupat atau lontong ini boleh dimakan oleh penderita diabetes?
Atau apakah ketupat atau lontong ini bisa dikonsumsi sebagai pengganti nasi?
Dilansir dari kanal YouTube dr. Cahyo EDUKES, berikut penjelasannya.
Baca Juga: Buah Rendah Gula yang Cocok Dikonsumsi Bagi Penderita Diabetes, Apa Saja?
Penderita Diabetes Boleh Makan Ketupat atau Lontong?
Ketupat atau lontong adalah makanan yang mudah dicerna oleh saluran pencernaan.
Pencernaan yang lebih mudah dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah yang lebih cepat karena indeks glikemiknya tinggi.
Mengonsumsi ketupat atau lontong juga dapat menyebabkan rasa lapar datang lebih cepat. Hal ini bisa menyebabkan makan berlebihan.
Oleh karena itu, ketupat atau lontong tidak disarankan untuk dikonsumsi penderita diabetes, apalagi jika dikonsumsi setiap hari sebagai pengganti nasi.
Alasannya karena bisa meningkatkan kadar gula darah.
Namun, penderita diabetes masih boleh mengonsumsi ketupat atau lontong dalam jumlah yang sedikit atau tidak berlebihan.
Demikian adalah penjelasan tentang apakah penderita diabetes boleh makan ketupat atau lontong.***

Share this article
Mengonsumsi ketupat atau lontong juga dapat menyebabkan rasa lapar datang lebih cepat. Hal ini bisa menyebabkan makan berlebihan.