AYOJAKARTA.COM – Ramainya pemberitaan di berbagai platform media sosial mengenai Jessica Wongso, kerap disederhanakan dengan sebutan kasus kopi sianida.
Jessica Wongso pada 2016 silam dikabarkan telah mencampur serbuk sianida ke dalam gelas kopi milik Wayan Mirna Salihin sebelum akhirnya tewas.
Dari serangkaian proses sidang saat itu, Jessica Wongso kemudian dijatuhi vonis hukum 20 tahun penjara karena dinilai mencampur sianida ke dalam kopi.
Akibat pemberitaan media yang sedemikian massif tentang bahaya serta dampak racun sianida, membuat sebagian masyarakat dihantui rasa takut.
Namun tanpa disadari, seringkali masyarakat Indonesia justru mengkonsumsi kandungan racun sianida melalui makanan sehari-hari.
Salah satu jenis bumbu pada menu kuliner kebanggaan masyarakat Indonesia yaitu Rawon, diketahui mengandung hidrogen sianida.
Hidrogen Sianida merupakan sebuah senyawa yang terkandung di dalam makanan tertentu, dan berpotensi menjadi racun jika dikonsumsi secara berlebih.
Kandungan hidrogen sianida akan mempengaruhi hemoglobin, sehingga bisa berdampak kurangnya oksigen di dalam sel yang bisa menyebabkan kematian.
Buah atau biji Picung yang dikenal masyarakat sebagai Kluwek dan menjadi salah satu bumbu Rawon dikenal sebagai makanan yang mengandung hidrogen sianida.
Selain Kluwek, sejumlah makanan baik kacang-kacangan, buah-buahan serta umbi-umbian juga diketahui mengandung senyawa sianida alami.
Baca Juga: Ini Perbedaan Pernyataan UAS, UAH, dan Zulkifli Hasan Terkait Bacaan ‘Amin’ dalam Shalat
Berikut ini adalah jenis-jenis makanan yang mengandung racun sianida dan sering dikonsumsi oleh manusia.
Pada bagian biji Buah Ceri terdapat kandungan Asam Prussic atau yang dikenal sebagai sianida beracun, selain itu sianida berupa Amygdalin juga terdapat pada biji Buah Apel.
Kacang Almond baik yang terasa pahit atau manis, keduanya mengandung Amygdalin atau senyawa yang bisa berubah menjadi sianida.
Buah Elderberry yang biasa dijadikan sebagai suplemen kesehatan, mengandung Lektin dan Sianida, sehingga bisa berakibat buruk jika dikonsumsi dalam bentuk buah utuh.
Jika diolah dengan cara yang salah, dikonsumsi secara mentah atau berlebih, maka Singkong yang mengandung Glikosida Sianogenik bisa menjadi racun bagi tubuh.
Karena itu, pastikan untuk mengupas lapisan kulit dan membersihkannya sebelum dikonsumsi sebagai cemilan harian.
Kendati demikian, kandungan hidrogen sianida pada makanan-makanan tersebut kadarnya dapat diturunkan sehingga aman untuk dikonsumsi.
Baca Juga: Dianggap Menyenggol Isu Gender saat Membahas Akar Korupsi, Pernyataan Mahfud MD Tuai Kontroversi
Adapun cara menurunkan kadar hidrogen tersebut bisa dilakukan dengan cara dikeringkan, dipanggang, di fermentasi atau direbus setidaknya dua sampai tiga jam.
Sebab dalam dosis sebanyak satu hingga dua miligram per kilogram berat badan, Sianida dapat menjadi penyebab kematian.

Share this article
Namun tanpa disadari, seringkali masyarakat Indonesia justru mengkonsumsi kandungan racun sianida melalui makanan sehari-hari.