AYOJAKARTA.COM - Nyeri pada bagian dada seringkali dikaitkan dengan penyakit jantung.
Tetapi tidak semua nyeri di bagian ini selalu dikarenakan sakit jantung.
Hal ini bisa disebabkan oleh penyakit lain misalnya Gastroesophageal Reflux Disease atau GERD.
Dokter spesialis Gastro entero hepatologi, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM menjelaskan lebih lanjut tentang penyakit GERD yang sebabkan asam lambung naik.
Dikutip AyoJakarta.com dari YouTube Kata Dokter pada Selasa (24/1/2023), dokter Ari Fahrial mengatakan bahwa penyakit GERD merupakan suatu keadaan di mana penderita merasakan panas di dada dan rasanya seperti terbakar hingga mulut pahit.
Menurutnya hal ini dikarenakan isi dari dalam lambung berbalik arah dari lambung menuju ke kerongkongan.
Baca Juga: 3 Makanan Herbal ala dr. Zaidul Akbar yang Mampu Atasi Penyakit Asam Lambung
Dokter Ari Fahrial juga menuturkan bahwa penyakit GERD ini bisa dicegah kedatangannya, yakni dengan cara sebagai berikut:
1. Hindari makanan yang dapat meningkatkan produksi asam lambung
Misalnya pada makanan-makanan yang mengandung kafein.
2. Hindari makanan yang dapat menyebabkan pengosongan lambung menjadi terlambat atau adanya pelemahan klep antara kerongkongan dan lambung
Misalnya hindari makanan yang mengandung coklat dan keju.
3. Gaya hidup
Misalnya yang jadi kebiasaan yakni habis makan langsung tidur.
4. Olahraga teratur
5. Konsumsi alkohol harus dikurangi
6. Konsumsi rokok harus dikurangi
Baca Juga: Putri Candrawati Akui Punya Penyakit GERD, Hakim: Sudah, Jangan Nangis Ya
Ari menegaskan bahwa bila tidak ingin kambuh-kambuhan penyakit GERD dan bisa terbebas dari penyakit tersebut hendaknya ikuti tips yang telah disebutkan di atas.
Namun bila sudah terlanjur sedang menderita asam lambung naik, bagaimana cara mengatasinya?
Dokter Ari Fahrial menuturkan bahwa dalam menangani pasien-pasien dengan permasalahan lambung ini ada dua hal yang perlu diperhatikan.
“Pertama memang perubahan gaya hidup, tadi ya harusnya dia mengurangi konsumsi yang meningkatkan produksi asam lambung seperti kafein harus dihindari,” ujarnya.
“Kemudian juga bahwa faktor stress ya itu juga bisa menyebabkan kecemasan dan menyebabkan produksi asam lambung meningkat,” imbuhnya.
Baca Juga: 6 Jenis Makanan Terburuk Bagi Penderita GERD, Hindari Ya!
Sehingga menurutnya memang harus diperhatikan seperti pengendalian diri dengan mengontrol berat badan dan juga diperhatikan gaya hidup.
Penanganan ketika asam lambung naik bisa dengan obat-obatan yang dapat menurunkan produksi asam lambung.
Menurutnya ada hal yang perlu diketahui oleh masyarakat bahwa dokter perlu waktu dalam penanganan permasalahan asam lambung naik tersebut.
“Artinya apa, pengobatan itu harus jangka panjang ya paling tidak tuh sekitar 6-8 minggu. Nah ya biasanya pasien itu merasa dua minggu sudah enak dia nggak kontrol lagi ke dokter, jangan,” ujar dokter Ari Fahrial.
Baca Juga: Mengajak Milenial Lebih Kenal GERD-Anxiety
Mengapa demikian, menurutnya untuk menekan benar-benar asam lambung yang benar-benar untuk proses penyembuhan dari penyakit asam lambung diperlukan waktu 6-8 minggu.
Jika dilihat obat untuk mengatasi asam lambung memanglah bermacam-macam, tetapi pertolongan pertama mengatasi asam lambung menurut dokter Ari Fahrial adalah obat yang sifatnya menetralkan asam lambung, misalnya obat antasida.
Selain itu, ada obat yang sifatnya melapisi dinding asam lambung yakni Sukralfat.
Ada pula obat yang fungsinya untuk menekan produksi asam lambung seperti ranitidine.
Lebih kuat lagi menurutnya untuk menghambat penghambat pompa proton yaitu seperti omeprazole lansoprazole.***

Share this article
Berikut ini cara mencegah dan mengobati asam lambung yang naik menurut anjuran dokter, jangan panik!