Shin Tae Yong Diberhentikan PSSI dari Kepala Pelatih Timnas Indonesia, Pengamat Beberkan Dua Kesalahan STY

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia atau PSSI secara resmi mencabut status Shin Tae Yong sebagai Kepala Pelatih Timnas Indonesia.
Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia atau PSSI secara resmi mencabut status Shin Tae Yong sebagai Kepala Pelatih Timnas Indonesia.

AYOJAKARTA.COM -- Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia atau PSSI secara resmi mencabut status Shin Tae Yong sebagai Kepala Pelatih Timnas Indonesia.

Dalam keterangan resminya, Erick Thohir selaku Ketua Umum PSSI menyebut pemberhentian Shin Tae Yong merupakan upaya lain untuk memajukan Timnas Indonesia.

Lebih lanjut Ketua Umum PSSI menambahkan, sosok pengganti Shin Tae Yong direncanakan akan berasal dari Belanda dan akan tiba di Indonesia pada 12 Januari 2025 mendatang.

Baca Juga: PSSI Resmi Pecat Shin Tae Yong, Inilah 3 Kandidat Pelatih Baru Timnas Indonesia

Menjadi Kepala Pelatih PSSI, masyarakat sepak bola tanah air berharap kepiawaian Shin Tae Yong akan semakin menggerek peringkat Timnas Indonesia ke ajang piala dunia.

Sehubungan dengan pemecatan Ketua Umum PSSI terhadap Pelatih STY, Anton Sanjoyo selaku Pengamat Sepak Bola mengaku sangat terkejut.

Meski termasuk dalam salah satu barisan pengkritik STY, Bung Joy mengaku pergantian pelatih Timnas Indonesia benar-benar di luar dugaan.

“Saya pengkritik keras Shin Tae Yong juga, tapi saya terkejut karena alasan apa beliau dipecat?” ungkap Bung Joy.

Baca Juga: Terungkap! Dua Kandidat yang Bakal Gantikan Shin Tae Yong sebagai Pelatih Timnas, Pemain Legend dari Belanda?

Di bawah asuhan Pelatih STY, Bung Joy mengakui Timnas Indonesia banyak mengalami perkembangan yang signifikan.

Selain masih bertahan di putaran ketiga calon peserta piala dunia, peringkat Timnas Indonesia juga mengalami peningkatan di FIFA.

Peluang-peluang membahagiakan, menurut Bung Joy semakin terbuka lebar usai pertandingan melawan Timnas Saudi Arabia.

“Memang Indonesia kalah dengan China, tetapi mampu mengalahkan Arab Saudi, dan itu tidak pernah terjadi dalam belasan tahun terakhir,” imbuh Bung Joy.

Baca Juga: 4 Kandidat Pelatih asal Belanda yang Berpeluang Gantikan Shin Tae-yong

Namun demikian, Bung Joy tidak menampik bahwa kesempatan untuk bisa lolos dalam seleksi piala dunia harus dimulai dari sekarang ini.

Sehingga penggantian terhadap Pelatih STY merupakan salah satu bagian yang memang harus dilakukan oleh Ketua Umum PSSI.

Berdasarkan pada agenda pertandingan, Bung Joy menilai kesempatan untuk Timnas Indonesia bertanding akan dimulai kembali pada Maret 2025.

“Main lagi bulan Maret, jadi kalau nunggu lagi untuk mengganti STY akan terlambat, karena pelatih baru siapa pun dia, harus beradaptasi dengan kondisi tim,” imbuhnya.

Baca Juga: Erick Thohir Ungkap Alasan Pecat Shin Tae Yong, Hasil Kurang Memuaskan di Piala AFF?

Terkait alasan Ketua Umum PSSI mendatangkan pelatih asal Eropa, Bung Joy memprediksi karena berkaitan dengan diaspora timnas yang akan lebih bercita-rasa Eropa.

Sebagaimana format Timnas dalam beberapa tahun terakhir, sebagian dari daftar anggota Pendukung Garuda merupakan wajah-wajah baru atau Naturalisasi.

Penggantian STY sebagai Kepala Pelatih Timnas Indonesia, menurut Bung Joy lebih disebabkan karena dua hal mendasar yang mengakibatkan strategi jadi kurang optimal.

“Menurut saya STY kesalahannya dua, dia terlalu mengemis naturalisasi dan kedua tidak bisa bahasa Inggris atau Indonesia, sehingga koordinasinya terbatas,” pungkas Joy.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Pelatih
# Shin Tae Yong
# Kesalahan
# Timnas Indonesia

News Update

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Metropolitan

Atasi Masalah Sampah, Pemprov DKI Jakarta Dorong Sekolah Manfaatkan Lahan untuk Urban Farming!

Pemprov DKI Jakarta kini tengah gencar mendorong seluruh sekolah di ibu kota untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang hijau dan lahan terbuka.

Nasional

Kemenkum Naikkan Tarif Lepas Status WNI, Apa Saja yang Berubah di PP No. 30 Tahun 2026?

Melalui PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, tarif lepas WNI naik jadi Rp3,5-5 juta & naturalisasi WNA Rp75 juta. Kenaikan ini ditujukan untuk modernisasi layanan digital Kemenkum.

Metropolitan

Pramono Anung Minta Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau, APAR Disiapkan di Setiap RW

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi BMKG yang menyebut musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan kondisi cuaca yang lebih

Gadget

Resmi Meluncur 22 Juli, Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bawa Layar Anti-Reflektif Bebas Silau!

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra rilis 22 Juli 2026 dengan layar anti-reflektif khusus, kamera telefoto, dan lipatan minim. Varian standar dibanderol mulai Rp35 jutaan beserta lini Galaxy Watch 9.

Jakarta Selatan

Pramono Resmikan Bedah Rumah di Mampang Bekas Kebakaran, 22 KK Kini Miliki Hunian yang Lebih Layak

Program ini adalah wujud kolaborasi multipihak untuk mempercepat pemulihan warga yang terdampak kebakaran.