AYOJAKARTA.COM -- Kota Solo kembali menjadi saksi bisu sebuah pergerakan sosial yang inspiratif. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) secara resmi menyelenggarakan acara bertajuk BTN Run for Disabilities, Run for Inclusivity.
Bertempat di Stadion Manahan, Solo, Sabtu, 7 Februari 2026, kegiatan ini menyatukan ribuan langkah dari berbagai kalangan, termasuk para atlet paralimpik kebanggaan Indonesia.
Acara tersebut dihadiri Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin, Walikota Solo Respati Ardi, Direktur Risk & Management BTN Setiyo Wibowo, dan Wakil Ketua Sekjen National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Rima Ferdianto.
Bagi BTN, penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) telah bertransformasi menjadi fondasi utama perusahaan.
Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, menjelaskan bahwa ESG di perseroan bukan lagi sekadar penyaluran bantuan sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR) konvensional. Prinsip ini telah mendarah daging menjadi panduan nilai dalam setiap proses operasional bank.
"Olahraga lari merupakan aktivitas yang sangat terbuka bagi siapa saja, tak terkecuali bagi kawan-kawan difabel. Selaras dengan semangat tersebut, BTN memegang komitmen untuk menjadi lembaga perbankan yang inklusif dan selalu ada untuk setiap lapisan masyarakat, sesuai dengan nilai-nilai utama ESG," papar Setiyo di area Stadion Manahan.
BTN menyadari bahwa komitmen terhadap inklusivitas harus dibarengi dengan aksi nyata. Dukungan perseroan terhadap kesehatan, olahraga, dan pemberdayaan penyandang disabilitas merupakan bukti konkret dari implementasi ESG yang berkelanjutan.
Acara ini juga merupakan bagian dari rangkaian promosi atau Road to BTN Jakarta International Marathon (BTN Jakim) 2026. Melalui ajang lari internasional tersebut, BTN ingin memperluas pengaruh positifnya bagi kesejahteraan masyarakat.
"Melalui agenda Run for Disabilities sebagai rangkaian menuju BTN Jakim, kami ingin mempertegas posisi BTN yang tidak hanya berfokus pada urusan kredit perumahan, namun juga secara berkelanjutan mempromosikan pola hidup sehat, semangat inklusif, serta kemakmuran bagi rakyat Indonesia," tegas Setiyo.
Sebagai bentuk dukungan fisik, BTN menyerahkan bantuan sarana dan prasarana untuk menunjang performa para atlet paralimpik di bawah naungan NPC Indonesia.
Tidak berhenti di situ, BTN juga memberikan slot khusus bagi 10 pelari disabilitas untuk berkompetisi di BTN Jakim mendatang, serta menginisiasi penggalangan dana dari puluhan ribu peserta marathon sebagai bentuk solidaritas sosial.
Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, yang turut hadir dan berlari, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini.
Menurutnya, kegiatan lari bersama penyandang disabilitas merupakan cara yang sangat efektif untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya aktivitas fisik.
Berdasarkan data kesehatan nasional, kurangnya gerak fisik merupakan satu dari lima faktor utama penyebab berbagai penyakit kronis di Indonesia.
"Olahraga lari adalah pilihan paling terjangkau, sehat, dan inklusif karena hanya membutuhkan sepasang sepatu sebagai modal utama. Rekan-rekan disabilitas telah memberikan bukti bahwa mereka mampu melakukannya, lantas apa alasan bagi kita yang bertubuh sehat untuk tidak mulai bergerak?" ujar Menkes Budi.
Walikota Surakarta, Respati Ardi, menyambut baik kontribusi BTN yang melibatkan warganya secara aktif dalam agenda berskala nasional.
Baginya, dukungan sistemis—mulai dari layanan publik, lingkungan yang aksesibel, hingga jaminan masa depan bagi para atlet setelah pensiun—sangatlah krusial.
"Kami sangat menghargai langkah BTN yang memberikan ruang nyata bagi teman-teman disabilitas melalui ajang BTN Jakim ini. Harapan kami, inisiatif semacam ini dapat terus diperluas demi memperkuat citra Kota Solo sebagai kota yang ramah dan inklusif bagi semua orang," tutur Respati.
Di sisi lain, Wakil Sekretaris Jenderal NPC Indonesia, Rima Ferdianto, melihat dampak jangka panjang dari acara ini terhadap ekosistem olahraga paralimpik.
Ia menilai bahwa Run for Disabilities mampu memberikan harapan baru bagi orang tua yang memiliki anak penyandang disabilitas.
"Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BTN atas dukungan vital ini. Langkah ini sangat berarti dalam membangun ekosistem olahraga disabilitas yang berkelanjutan di tanah air," pungkas Rima.
Share this article
BTN gelar Run for Disabilities, Run for Inclusivity di Solo! Dukung inklusivitas dan ESG, libatkan atlet paralimpik menuju BTN Jakim 2026.