AYOJAKARTA.COM - Pengamat Sepak Bola, Anton Sanjoyo atau biasa disapa Bung Joy turut kecewa atas gagalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U20.
Tidak hanya membuat berbagai pihak dirugikan, menurutnya mimpi anak bangsa yakni pemain Tim Nasional (Timnas Indonesia) hancur.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Gubernur Bali, Wayan Koster merupakan dua sosok yang disalahkan pasca tuntutan FIFA menggagalkan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U20.
Baca Juga: Viral Video TNI Berhentikan Bus di Madiun, Ada Apa? Reaksi Warganet sampai Terbelah!
“Saya ingin bicara langsung kalau Ganjar Pranowo atau Wayan Koster melihat acara ini lihatlah wajah-wajah pemain ini, coach-coach,” kata Bang Joy, dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV pada Jumat, (31/3/2023).
Bung Joy mengungkap bahwa mimpi Timnas Indonesia cuman ingin mengharumkan Bangsa Indoensia ke level lebih tinggi.
“Pemain bola itu main bola dari masih kecil mungkin anak-anak umur 8 tahun, mimpi mereka cuman satu, dia ingin membela nama Indonesia di level paling tinggi,” tuturnya.
“Mimpi paling tingginya mahkotanya pemain bola itu pakai garuda kalau orang Indonesia,” jelasnya.
Sehingga U20 merupakan mimpi paling tinggi bagi Timnas di ajang junior U20.
“Dan ini adalah ajang tertinggi di ajang junior U20 ya, level tertingginya pasti senior,” sebut Anton Sanjoyo.
Sayangnya mimpi anak bangsa kini dihancurkan oleh pernyataan yang dinilai Anton Sanjoyo Absurd.
“Tapi dengan title piala dunia itu opus korona, mahkota bagi mereka, dan mimpi mereka tiba-tiba dihancurkan begitu saja oleh pernyataan mereka yang absurd,” ungkap Bung Joy.
Maksud absurd menurut Bung Joy yakni jika mereka membela konstitusi kenapa harus tebang pilih.
“Oke kalau membela konstitusi, tapi kan semua penjajahan itu tidak hanya israel kepada Palestina, Rusia sampai hari ini mencengkram Krimea, wilayahnya Ukraina tidak pernah ada politisi Indonesia yang bicara,” kata Anton.
“Jadi kalau ngomongin konstitusi kok tebang pilih karena Palestina itu renyah, Palestina itu bisa jadi gorengan oleh para politisi, dan menurut saya absurd,” tuturnya.
Berkenaan dengan hal tersebut, Anton Sanjoyo menilai tidak ada akibat lain selain politik busuk yang menyebabkan gagalnya U20 dilaksanakan di Indonesia.
“Selain menghancurkan mimpi para pemain, mereka tidak punya agenda apa-apa selain agenda politik yang busuk,” pungkas Anton.***

Share this article
Mimpi anak bangsa khususnya Timnas Indonesia U20 hancur imbas gagal jadi tuan rumah Piala Dunia U20 akibat politik busuk ucap Pengamat.