AYOJAKARTA.COM – Hampir semua orang Indonesia sangat suka mengkonsumsi makanan pedas.
Pedas adalah rasa yang menyengat atau panas yang bisa dirasakan dari makanan seperti lada, cabai, atau rempah lain.
Ini merupakan sensasi dari senyawa capsaicin yang dihasilkan dari cabai atau rempah lain yang memberikan sensasi panas dan sakit di lidah.
Akan tetapi, tahukah kamu bahwa makanan pedas memberikan manfaat psikologis yang sangat baik?
Terdapat fakta psikologi yang menyatakan bahwa makanan pedas mampu mengurangi stress.
Tidak hanya itu, makanan pedas juga mampu memberikan rasa menyenangkan dan bahagia bagi manusia.
Penasaran seperti apa fakta psikologi tentang makanan pedas yang memberikan manfaat bagi psikologis?
Dikutip dari akun Instagram @psytalkindonesia pada Minggu (18/8/2024), berikut adalah 3 fakta psikologi tentang makanan pedas.
1. Meningkatkan Produksi Endorfin
Ketika mengkonsumsi makanan pedas, tubuh akan melepaskan endorfin. Endorfin dikenal sebagai hormon kebahagiaan.
Hormon ini dapat membantu meredakan stress. Selain itu, hormon ini juga mampu meningkatkan suasana hati.
2. Sensasi ‘Runner’s High’
Tidak hanya memberikan sensasi terbakar di mulut. Rasa pedas juga mampu memberikan sensasi pada tubuh.
Pedas juga bisa merangsang pelepasan adrenalin dengan memberikan sensasi euforia yang mirip dengan apa yang dirasakan oleh pelari setelah berolahraga berat. Ini bisa membantu kamu lebih energik dan bersemangat.
3. Mengurangi Resiko Depresi
Penelitian menunjukkan bahwa makanan pedas mampu mengurangi resiko depresi dengan produksi neurotransmitter seperti serotonin. Serotonin berperan penting dalam mengatur suasana hati.
Itulah informasi mengenai 3 fakta psikologi tentang makanan pedas.

Share this article
Ini merupakan sensasi dari senyawa capsaicin yang dihasilkan dari cabai atau rempah lain yang memberikan sensasi panas dan sakit di lidah.