AYOJAKARTA.COM - Ajang paling bergengsi di dunia dalam bidang sepak bola saat ini adalah World Cup atau Piala Dunia 2022 Qatar.
Dari planet bumi yang dihuni sekitar tujuh miliar manusia, ratusan negara dan lima benua yang berebut tiket peserta Piala Dunia, hanya tiga puluh dua negara yang bisa melakukannya.
Sebagian besar dari negara-negara tersebut memang terkenal sebagai langganan peserta ajang Piala Dunia.
Baca Juga: Qatar Minim Akomodasi Jelang Piala Dunia 2022, Sampai Harus Usir TKA
Tidak seperti Brazil, Argentina dan Inggris, berbeda dengan negara Indonesia yang lebih sering absen dalam perhelatan akbar tersebut.
Dalam sejumlah literasi resmi, bangsa Indonesia memang pernah diakui menjadi peserta piala dunia.
Yaitu pada tahun 1938 ketika nama Indonesia masih menjadi Hindia Belanda, dan dalam ajang piala dunia tersebut tim Indonesia dipaksa puas dari Hongaria dengan skor telak 6-0.
Baca Juga: Keistimewaan 4 dari 8 Stadion Megah di Qatar untuk Piala Dunia 2022
Meski sudah berganti nama menjadi Indonesia pada tahun 1945, tetapi rasa jera dan mungkin karena trauma masih tetap ada.
Maka nama Indonesia di ajang sepak bola dunia, terbilang lebih redup jika dibandingkan dengan Bulu Tangkis atau turnamen Silat.
Nama Indonesia dalam ajang sepak bola dikenal semakin mengalami penurunan ketika terjadi tragedi kematian di Stadion Kanjuruhan, Malang Jawa Timur.
Baca Juga: Tim Lengkap dari Berbagai Negara yang Ikuti Piala Dunia 2022, Skuad dari Kiper hingga Penyerang
Akibat peristiwa tersebut, presiden dari organisasi sepak bola dunia FIFA yang berdiri pada 21 Mei 1904 di Paris, Perancis bersedia mengunjungi Indonesia untuk pembicaraan khusus.
Presiden dari Federation Internationale de Football Association atau FIFA Gianni Infantino, dalam kunjungan tersebut menyerahkan Al Rihla, nama bola di ajang piala dunia.
Tidak banyak yang menyadari bahwa Al Rihla sendiri diproduksi di kota yang masih berada di Provinsi Jawa Timur, yakni Madiun.
Al Rihla dibentuk dengan desain khusus, bercorak solid warna biru, merah dan kuning yang merepresentasikan lampu di Doha, Qatar.
Bola Al Rihla yang khusus dibuat untuk kebutuhan Piala Dunia 2022 Qatar ini juga dibuat dengan tidak melupakan faktor ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Selain itu, bola piala dunia buatan Madiun ini juga dibuat dengan tinta dan lem khusus yang berbahan dasar air.
Baca Juga: Prediksi Juara Piala Dunia 2022 Qatar, Apakah Jagoanmu Termasuk? Cek di Sini!
Tim Nasional sepak bola Indonesia memang absen dari kompetisi Piala Dunia 2022, tim sepak bola lokal-nya juga sempat menyulitkan FIFA.
Tapi ajang sepak bola dunia yang diselenggarakan di Qatar tentu akan berbeda jika Bangsa Indonesia berhenti membuat bola, jersey dan sepatu bagi para pemainnya.
Demikian seperti dikutip Ayojakarta dari halaman instagram @jatimpemprov dan kanal Youtube infonesia pada 15 November 2022.***

Share this article
Indonesia ternyata memiliki peran penting dalam ajang Piala Dunia 2022 Qatar, yaitu tentang prestasi Tanah Air di dunia olahraga.