TANGERANG, AYOJAKARTA.COM - Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) Tangerang Live Room Kota Tangerang, Ian Chafidz Rizqiullah mengatakan, selama Ramadan pihaknya menerima 9.565 panggilan dari masyarakat. Panggilan tersebut merupakan permintaan layanan kegawatdaruratan oleh warga di Kota Tangerang melalui sambungan telefon 112.
"Laporan paling banyak warga adalah berupa adanya percikan api yang berasal dari kabel listrik PLN. Laporan langsung ditangani oleh petugas di lapangan," ujar Ian.
Selain itu, kata Ian, ada permintaan layanan kegawatdaruratan utuk permintaan bantuan layanan ambulans dan layanan mobil jenazah. Namun, ada juga panggilan yang meminta edukasi dari petugas.
AYO BACA : Memeras Warga, 5 Polisi Abal-abal Ditangkap Polres Tangsel
Ian mengajak peran aktif masyarakat untuk melapor bila melihat atau mengalami urusan kegawatdaruratan di wilayah. Hal ini sebagai bentuk optimalisasi layanan pemerintah kepada masyarakat. Dengan adanya Layanan 112 ini maka warga diharapkan dapat lebih mudah. Layanan telepon 112 ini tak dikenakan biaya dan beroperasi selama 24 jam.
"Kami harapkan partisipasi masyarakat untuk melapor bila menemukan adanya urusan kegawatdaruratan agar dapat ditangani. Pastikan anda yang melapor, dan jangan percayakan kepada orang lain," katanya.
"Kemudian, jangan jadikan panggilan 112 sebagai panggilan iseng karena petugas akan memberikan sanksi hukum bila dijadikan mainan," ujarnya.
Share this article
jangan jadikan panggilan 112 sebagai panggilan iseng karena petugas akan memberikan sanksi hukum