AYOJAKARTA.COM — Saat ini, chipset MediaTek dan Snapdragon menguasai pasar ponsel. Hampir semua ponsel menggunakan salah satu dari dua chipset ini.
Ketika membeli ponsel, selain harga, performa juga menjadi bahan pertimbangan utama. Performa ponsel sangat dipengaruhi oleh chipset yang digunakan.
Sebagian besar ponsel saat ini menggunakan chipset MediaTek atau Snapdragon.
Berikut ini perbedaan antara MediaTek dan Snapdragon, dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube alistudio gadget, Selasa, 5 November 2024.
Baca Juga: Tantang Kompetitor Premium, Realme GT7 Pro Usung Kamera Sony LYT 808 dan Snapdragon 8 Gen 3
MediaTek
MediaTek, yang berdiri sejak 1997 di Taiwan, mengalami perkembangan global yang pesat meskipun tergolong baru.
Chipset MediaTek biasanya lebih terjangkau, sehingga ponsel yang menggunakan chipset ini juga cenderung memiliki harga yang lebih ekonomis.
Pada tahun 2013, MediaTek menciptakan MT6592, prosesor octa-core pertama di dunia. Berbeda dengan prosesor lain yang sering menggunakan arsitektur big.LITTLE (kombinasi core besar dan kecil), MediaTek MT6592 dibekali delapan inti yang berjalan bersamaan dengan kecepatan hingga 2 GHz.
Baca Juga: Xiaomi 15 vs 15 Pro Duo Flagship dengan Snapdragon 8 Gen 3 dan Layar AMOLED 120Hz, Apa yang Beda?
Snapdragon
Chipset Snapdragon berasal dari San Diego, Amerika Serikat, dan telah ada sejak 1985. Varian Snapdragon menjadi yang paling banyak digunakan di dunia dan unggul dalam teknologi mutakhir, termasuk efisiensi daya.
Salah satu keunggulan utama Snapdragon adalah kemampuannya untuk menghemat daya, yang membuat baterai ponsel lebih tahan lama.
Namun, harga ponsel dengan chipset Snapdragon umumnya lebih tinggi dibandingkan MediaTek. Bahkan, dengan spesifikasi serupa, harga ponsel Snapdragon bisa dua kali lipat lebih mahal.
Apakah ponsel kamu saat ini menggunakan chipset MediaTek atau Snapdragon?
Share this article
Chipset MediaTek unggul dalam harga terjangkau, sementara Snapdragon lebih canggih dan hemat daya, tetapi dengan harga lebih tinggi.