AYOJAKARTA.COM – Artikel kali ini akan membahas mengenai Samsung Galaxy Ring, cincin pintar pertama yang dijual resmi di Indonesia.
Meskipun masih produk generasi pertama tetapi hasilnya tidak mengecewakan penggunanya dan fungsinya mirip dengan smartwatch yang sudah banyak dikenal di Indonesia.
David GadgetIn melalui kanal YouTube nya memberikan berbagai penilaian terkait dengan Samsung Galaxy Ring.
Bentuknya yang simple dengan berat 2,7 gram untuk ukuran jari nomor 9 membuat smart ring ini terasa beneran seperti cincin biasa pada umumnya.
Apalagi tidak ada perlakuan khusus untuk Samsung Galaxy Ring, sehingga bisa dipakai saat berenang atau bermain ke curug masih tetap aman karena sudah bersertifikat IP68.
Jadi untuk warna apapun semuanya masih seperti cincin biasa, mau itu varian titanium black, titanium silver atau titanium gold.
Baca Juga: Xiaomi 15, Ponsel Pertama yang Ditenagai Snapdragon 9 Elite, Kapan Rilis di Indonesia?
Kecanggihan Samsung Galaxy Ring
Cincin pintar ini dilengkapi dengan sensor PPG untuk membaca denyut jantung, juga ada sensor akselerometer untuk membuat track gerakan tangan pas sedang diam atau melangkah.
Selain itu juga ada sensor temperature kulit, dan yang terpenting akurasi sensornya juga bagus.
Jika dibandingkan dengan smartwatch saat digunakan untuk mengukur langkah hasilnya masih akurat dan tidak jauh berbeda dengan apa yang ditampilkan oleh Samsung Galaxy Watch.
Untuk mengetahui heart rate atau denyut jantung juga hasilnya akurat tidak jauh berbeda dengan hasil yang ditampilkan oleh smartwatch dari brand besar seperti Huawei Watch GT4 dan Apple Watch.
Jadi bisa dibilang smartring ini merupakan perangkat pintar yang dapat digunakan pelacak kesehatan, analisis tidur, memberikan pemberitahuan, dan lain sebagainya.
Baterai
Samsung Galaxy Ring diklaim bisa tahan baterai hingga 7 hari, di mana jauh lebih lama dari smartwatch Samsung yang hanya bisa tahan selama 2 hari.
Di mana David GadgetIn mencoba memakai smartring ini selama 6 hari, ternyata baterai masih sisa 9 persen.
Menariknya lagi untuk cas hingga penuh juga cepat, hanya dalam 2 jam saja cincin pintar ini sudah penuh dan bisa dipakai lagi dalam 6-7 hari.
Charging case nya juga sudah bergaya, dengan material berwarna bening dan ada lampu indikator yang juga dibuat untuk menunjukkan sisa baterai pada cincin atau sisa baterai casingnya.
Baterai casingnya juga bisa diisi menggunakan USB-C atau wireless charger, dan jika penuh bisa dipakai untuk mengisi Galaxy Ring hingga 3 kali penuh.
Apa bedanya dengan smartwatch?
Dari segi fiturnya, smartwatch memang jelas lebih banyak dibanding smart ring, kerana memiliki layar, bisa untuk melihat jam, punya timer, melihat WhatsApp, mengangkat telepon hingga bisa dilengkapi dengan berbagai aplikasi seperti maps, kompas hingga GPS.
Jadi bisa dibilang smartwatch lebih canggih dibanding smart ring, tetapi lebih ribet untuk urusan perawatannya.
Untuk smartwatch memang lebih canggih tetapi feelnya lebih ke alat dibanding seni.
Jadi kesimpulannya Samsung Galaxy Ring merupakan alternative sempurna untuk kamu yang ingin memantau kondisi tubuh tetapi tidak ingin ribet memakai smartwatch.
Lantas berapa harganya?
Samsung membanderol Galaxy Ring di Indonesia di harga Rp6.499.000, tetapi Samsung Indonesia mengirimkan email kepada pelanggan setianya terkait penawaran pra-registrasi dari smartring ini hingga 28 November mendatang.
Konsumen yang melakukan registrasi akan mendapatkan voucher senilai Rp1.000.000, dan batas akhir melakukan redeem atau mengaktifkan e-voucher sampai 31 Desember 2024.

Share this article
Bentuknya yang simple dengan berat 2,7 gram untuk ukuran jari nomor 9 membuat smart ring ini terasa seperti cincin biasa pada umumnya.