Fitur Tersembunyi Google Maps untuk Ukur Ketinggian saat Hiking atau Naik Gunung, Pendaki Wajib Tahu!

Ilustrasi Pendaki Gunung
Ilustrasi Pendaki Gunung

AYOJAKARTA.COM - Bagi para penggemar hiking dan pendaki gunung, mempersiapkan diri dengan informasi medan yang tepat adalah kunci sukses perjalanan.

Salah satu informasi yang sangat penting adalah ketinggian rute yang akan ditempuh.

Namun tak semua orang tahu bahwa Google Maps, aplikasi yang biasa digunakan untuk navigasi sehari-hari juga memiliki fitur yang bisa membantu mengukur ketinggian.

Fitur ini sangat bermanfaat bagi siapa saja yang ingin memetakan rute pendakian atau hanya penasaran dengan kontur medan yang akan dijelajahi.

Baca Juga: Panduan Membeli Ponsel Gaming Terbaik 2024, Ini Fitur Unggulan yang Harus Diketahui!

Google Maps memiliki kemampuan menampilkan profil elevasi atau ketinggian pada rute jalan kaki yang bisa memberikan gambaran mengenai seberapa terjal atau mendatarnya rute tersebut.

Dengan fitur ini, pendaki dapat lebih siap menghadapi medan yang akan dilalui dan mengatur strategi pendakian.

Seperti apa keunggulannya?

Yuk bahas lebih lanjut bagaimana cara menggunakan fitur ini untuk pengalaman hiking yang lebih aman dan terencana.

Baca Juga: Tips WhatsApp Tampak Offline Centang Satu Walau Chat Sudah Dibaca, Cocok Nih Bagi yang Tak Ingin Diganggu!

1. Langkah Awal: Merencanakan Rute di Google Maps

Langkah pertama mengukur ketinggian di Google Maps adalah merencanakan rute perjalanan.
Pengguna hanya perlu memasukkan titik awal dan tujuan di Google Maps seperti biasa.

Setelah itu, Google akan menampilkan rute yang bisa dilalui baik itu jalan kaki, bersepeda atau mengemudi.

Fitur ini bisa diakses di perangkat desktop maupun seluler, namun untuk pengalaman yang lebih optimal disarankan menggunakan versi desktop.

Baca Juga: Apple Rilis Fitur Eye Tracking iOS 18, Bisa Scroll Layar Tanpa Menyentuh Layar?

2. Aktifkan Tampilan Medan untuk Melihat Ketinggian

Setelah rute ditentukan, penting mengaktifkan tampilan medan.

Caranya sangat mudah, cukup klik ikon lapisan yang ada di pojok kiri bawah peta.

Di menu yang muncul, pilih opsi "Medan" untuk menampilkan kontur elevasi di sepanjang rute.

Tampilan ini akan menunjukkan kontur tanah yang memperlihatkan tinggi rendahnya medan.

Baca Juga: Tips Instagram: Cara Membagikan Postingan Foto di Feed dan Reels Mode Close Friends, Sudah Tahu?

3. Mengukur Elevasi dengan Klik Kanan

Untuk mendapatkan data ketinggian yang lebih akurat, pengguna dapat menggunakan fitur "Ukur Jarak" dengan mengklik kanan pada titik awal rute di peta.

Selanjutnya, tambahkan beberapa titik sepanjang jalur yang akan ditempuh.

Setiap kali menambahkan titik baru, Google Maps akan otomatis menghitung jarak sekaligus perubahan ketinggian di antara titik-titik tersebut.

Baca Juga: Review Vivo V40 Lite: HP AMOLED dengan Fitur Premium dan Harga Terjangkau, Worth It Dibeli?

4. Profil Elevasi: Alat Bantu untuk Pendaki

Salah satu fitur menarik di Google Maps adalah profil elevasi.

Setelah rute selesai diatur, bagian bawah layar akan menampilkan grafik yang menunjukkan perubahan ketinggian sepanjang jalur tersebut.

Dengan grafik ini, pengguna dapat melihat seberapa curam tanjakan atau turunan yang akan dihadapi yang membantu dalam mempersiapkan fisik dan mental.

Baca Juga: Mulai dari Rp3,2 Jutaan! Cek Spesifikasi dan Harga Vivo V40 Lite 4G dan 5G yang Resmi Hadir di Indonesi, Tertarik?

5. Analisis Data untuk Persiapan Lebih Baik

Profil elevasi yang ditampilkan Google Maps memberikan representasi visual mengenai naik turunnya rute yang dipilih.

Ini sangat membantu bagi pendaki yang ingin mengetahui seberapa berat jalur pendakian yang akan ditempuh.

Dengan data ini, pendaki bisa memutuskan kapan waktu yang tepat untuk istirahat atau mengukur kemampuan diri sebelum menghadapi medan yang lebih menantang.

Baca Juga: 3 Cara Mudah Menghindari HP iPhone dan Android Tidak Jamuran, Harus Rutin Lakukan Ini

Tips Menggunakan Fitur Elevasi

Meski fitur ini dapat diakses melalui perangkat seluler, Google Maps versi desktop memberikan tampilan yang lebih luas dan jelas sehingga memudahkan dalam melihat detail elevasi.

Perbesar tampilan peta untuk mendapatkan kontur yang lebih mendetail dan jika perlu coba bandingkan beberapa rute untuk menemukan jalur yang paling sesuai dengan kemampuan fisik.

Dengan fitur pengukur ketinggian Google Maps, pendaki bisa menghemat banyak waktu dalam perencanaan.

Baca Juga: Gratis dan Mudah Digunakan, Google Tawarkan Fitur Teknologi AI yang Bikin Lancar Ngobrol Bahasa Inggris

Tak perlu repot-repot membawa peta topografi manual atau mengandalkan aplikasi tambahan.
Cukup dengan Google Maps, semua informasi yang diperlukan sudah ada di ujung jari.

Selain pendaki gunung, fitur pengukur ketinggian ini juga berguna bagi pelari dan pejalan kaki.

Mereka bisa menggunakan data elevasi untuk merencanakan rute lari yang menantang atau rute jalan santai yang sesuai preferensi.

Baca Juga: 3 Tips Memperpanjang Masa Pakai Baterai iPhone, Jangan Lupa Lepas Ini Ketika Isi Daya

Dengan mengetahui ketinggian dan medan yang akan dilalui, para pendaki dan pelancong bisa mempersiapkan diri lebih baik dari segi fisik maupun peralatan.

Ini sangat penting terutama untuk pendakian di gunung yang memiliki rute terjal dan berbahaya.

Dengan segala kemudahan yang ditawarkan, fitur Google Maps ini menjadi solusi praktis bagi siapa saja yang ingin menjelajahi alam tanpa perlu khawatir akan kejutan medan yang tak terduga.

Penasaran? cobalah di akhir pekan nanti dan buat petualangan hiking yang lebih aman.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Naik Gunung
# ketinggian
# hiking
# Google Maps
# fitur
# pendaki

News Update

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Metropolitan

Atasi Masalah Sampah, Pemprov DKI Jakarta Dorong Sekolah Manfaatkan Lahan untuk Urban Farming!

Pemprov DKI Jakarta kini tengah gencar mendorong seluruh sekolah di ibu kota untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang hijau dan lahan terbuka.

Nasional

Kemenkum Naikkan Tarif Lepas Status WNI, Apa Saja yang Berubah di PP No. 30 Tahun 2026?

Melalui PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, tarif lepas WNI naik jadi Rp3,5-5 juta & naturalisasi WNA Rp75 juta. Kenaikan ini ditujukan untuk modernisasi layanan digital Kemenkum.

Metropolitan

Pramono Anung Minta Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau, APAR Disiapkan di Setiap RW

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi BMKG yang menyebut musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan kondisi cuaca yang lebih

Gadget

Resmi Meluncur 22 Juli, Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bawa Layar Anti-Reflektif Bebas Silau!

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra rilis 22 Juli 2026 dengan layar anti-reflektif khusus, kamera telefoto, dan lipatan minim. Varian standar dibanderol mulai Rp35 jutaan beserta lini Galaxy Watch 9.

Jakarta Selatan

Pramono Resmikan Bedah Rumah di Mampang Bekas Kebakaran, 22 KK Kini Miliki Hunian yang Lebih Layak

Program ini adalah wujud kolaborasi multipihak untuk mempercepat pemulihan warga yang terdampak kebakaran.