AYOJAKARTA.COM - Kasus akun kaskus Fufufafa sepertinya masih hangat diperbincangkan oleh publik.
Belum selesai pengungkapan siapa dalang pemilik akun Fufufafa yang hingga sekarang masih tertuju pada sosok Wakil Presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka, publik kembali dihebohkan dengan gerakan pasang satu foto saja.
Gerakan ini mengajak untuk memasang presiden terpilih Prabowo Subianto saja dan wakil presiden Gibran Rakabuming Raka tidak diberi foto dan diganti dengan tulisan Fufufafa.
“Kawan2, mari kita kasih hukuman sosial kepada Fufufafa sang pembohong jiwa kerdil."
Sekaligus mengingatkan Prabowo agar extra waspada supaya gak dihabisi di tengah jalan oleh ular berkepala 2 berwujud Fufufafa. Yok bisa yok sebarkan ini secara massif...” tulis akun X @kafiradikalis, dikutip AyoJakarta.com, hari Rabu, 25 September 2024.
Cuitan tersebut juga mengunggah Gambar dengan ilustrasi bingkai foto Presiden terpilih Prabowo Subianto dan wakil presiden terpilih tetapi foto Gibran Rakabuming Raka diganti Tulisan Fufufafa.
Gambar tersebut juga menuliskan caption "MENDING PASANG SATU FOTO SAJA!.
Cuitan yang diunggah oleh akun @kafiradikalis pada tanggal 24 September 2024 sudah disukai oleh 3.500 akun dan dibagikan sebanyak 1.400 kali.
Menanggapi viralnya gerakan memasang presiden terpilih Prabowo Subianto saja dan mengganti foto Gibran Rakabuming Raka dengan tulisan Fufufafa, Rocky Gerung memberikan analisisnya.
Menurutnya, kasus Fufufafa yang viral di tahun 2014-2019 karena berisi ujaran kebencian kepada Presiden terpilih Prabowo Subianto ini sebagai bentuk sinisme dan satir demokrasi kepada Gibran Rakabuming Raka.
Ini merupakan bentuk pembangkangan sosial berisi perlawanan kepada rezim Jokowi.
"Jadi soal Fufufafa itu, tentu kita mengerti psikologi dari Gibran atau keluarga besar atau keluarga inti Pak Jokowi melihat ada foto wakil presiden tanpa nama tapi hanya tulisan Fufufafa didampingi oleh presiden terpilih Pak Prabowo yang resmi memakai baju kenegaraan."
"Jadi itu menunjukkan tidak ada yang memecah belah mereka berdua. Jadi isu ini tumbuh akibat dari yang kita sebut past event, semua yang ada di belakang di bawa-bawa kesini untuk dipertengkarkan dan dianalisis," ujar Rocky, yang dikutip AyoJakarta.com dari YouTube Rocky Gerung Official, hari Rabu, 25 September 2024.
Rocky menyebutkan bahwa polemik Fufufafa yay terjadi bukan untuk memecah belah antara Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka.
Adanya kritik yang ditujukan kepada Gibran Rakabuming Raka adalah bentuk sinisme atau satir Demokrasi yang wajar terjadi.
"Jadi kelakuan Gibran itu dianalisis sebelum dia jadi Wakil Presiden. Jadi tidak ada upaya untuk memecah belah Presiden Prabowo dengan wapresnya,"
"Yang ada adalah sinisme dan satir dan itu sudah biasa dalam demokrasi," ujarnya.
Rocky juga mengkritisi peran besar netizen yang dianggap sebagai "pengasuh" dinamika politik di Indonesia hingga munculnya gerakan memasang hanya foto Presiden terpilih Prabowo Subianto saja sebagai imbas dari kasus akun Fufufafa ini.
"Kit bisa melihat politik di Indonesia diasuh oleh netizen. Bulan lagi diasuh oleh partai politik, tidak diasuh oleh talkshow, tapi diasuh oleh netizen."
"Beredarnya foto itu memperlihatkan betapa dalam sebetulnya kemampuan netizen untuk mengolok-olok politik." jelasnya.
Baca Juga: Masuk Akhir September, Apakah Bantuan PKH dan BPNT Akan Disalurkan? Berikut Bansos yang Pasti Cair
Rocky juga sempat menyinggung terkait banyaknya peringatan dan imbauan kepada Gibran Rakabuming Raka saat sebelum memutuskan untuk mendampingi presiden terpilih Prabowo Subianto dalam kontestasi Pemilihan Presiden tahun 2024-2029.
"Itulah akibatnya kalau semua hal yang dari awal sudah diperingatkan, kalangan yang disebut kritisi," ungkapnya.
Baginya banyak efek buruk yang akan terjadi ketika akun Fufufafa yang menyeret nama Gibran Rakabuming Raka sebagai pemilik akun kembali diungkit dan diperdebatkan oleh publik.
Menurutnya Rocky, akan banyak akibat-akibat yang muncul jika kasus akun Fufufafa tidak segera diselesaikan.
"Kita mau lihat bagaimana ketegangan psikologi ini akan terbawa sampai lima tahun, kan musti ada penyelesaian. Kan gak mungkin Presiden Prabowo meninggalkan Gibran hanya karena foto-foto Fufufafa itu dan dipasang secara masal di semua sekolah, semua LSM," ujar Rocky.
Rocky juga menjelaskan bahwa banyak sekali imbas yang terjadi akibat peristiwa Gibran mulai dari keikutsertaan dalam kontestasi Pemilihan Presiden mendampingi presiden Prabowo Subianto hingga polemik akun Fufufafa ini.
"Keindahan dalam berpolitik akhirnya terganggu karena ada peristiwa Gibran sebagai wakil presiden. Peristiwa ini bukan hanya berawal deri ketidak sukaa. publik dan akhirnya dibongkar label-label yang pernah dia buat, diksi yang dia buat walaupun orang menganggap masih indikasi,"
Rocky juga menyarankan kepada lembaga-lembaga survei untuk melakukan survei terkait Gibran bukan pemilik akun Fufufafa sehingga kasus ini segera teratasi.
"Saya usulkan supaya lembaga survei melakukan survei dan mengatakan semua itu bohong, dan penduduk Indonesia berpendapat bahwa kasus Fufufafa itu bohong, Gibran bukan pemiliknya tapi kan tidak ada, semua kalau dengan kejujuran netizen," pungkasnya.
Share this article
Cuitan yang diunggah oleh akun @kafiradikalis pada tanggal 24 September 2024 sudah disukai oleh 3.500 akun dan dibagikan sebanyak 1.400 kali