AYOJAKARTA.COM - Mahfud MD, mantan Menko Polhukam baru-baru ini menyebut bahwa Polri telah serampangan dalam menangani kasus Vina.
Dengan tegas, Mahfud MD menyampaikan beberapa alasan yang membuat dirinya yakin untuk mengungkapkan hal tersebut.
Seperti diketahui, kasus Vina hingga saat ini memang begitu ramai disorot publik.
Hal ini terjadi sejak kasus Vina diangkat ke dalam sebuah film dengan genre horor bertajuk Vina: Sebelum 7 Hari.
Usai ditayangkan di bioskop, film Vina: Sebelum 7 Hari ini pun kemudian viral dan mendapat atensi publik dari berbagai kalangan.
Begitu banyak publik yang kemudian sangat antusias terhadap perkembangan kasus Vina, yang disebut masih menyisakan 3 DPO yang belum ditemukan.
Publik menginginkan agar kasus Vina kembali diusut tuntas agar para DPO bisa ditemukan.
Sebab dengan begitu, pihak keluarga korban tentu akan merasa lebih lega dan keadilan di negeri ini bisa ditegakkan.
Apalagi dalam film tersebut digambarkan bahwa dalam kasus Vina ini tak hanya terjadi tindak pidana pembunuhan saja.
Tetapi juga ada pemerkosaan dan penganiayaan, sebelum dilakukan pembunuhan oleh 11 orang pelaku kasus Vina.
Terkini, perihal kasus Vina inipun mendapat sorotan dari mantan Menko Polhukam Mahfud MD.
Mahfud MD menilai bahwa penanganan atau pengusutan kasus Vina telah dilakukan Polri secara serampangan.
Adapun yang menjadi alasan Mahfud MD berani dengan tegas mengatakan bahwa Polri telah serampangan dalam menangani kasus Vina, di antaranya sebagai berikut:
1. Dalam kasus Vina terjadi perubahan jumlah DPO secara tiba-tiba. Dari yang awalnya ada 3 DPO, kemudian dikatakan bahwa 2 DPO lainnya adalah fiktif
2. Pencarian 3 DPO kasus Vina seolah sengaja dihentikan setelah putusan pengadilan keluar pada tahun 2016
3. Pengusutan kasus Vina dan pencarian 3 DPO seolah baru dilakukan pasca film Vina: Sebelum 7 Hari viral di tahun 2024
Lebih lanjut, Mahfud MD menjelaskan terkait 2 DPO yang tiba-tiba dinyatakan fiktif.
Menurut Mahfud MD hal tersebut sangat tidak sesuai atau bahkan melenceng dari putusan pengadilan tahun 2016.
Padahal terkait 3 DPO itu merupakan dakwaan jaksa yang kemudian dicantumkan di putusan pengadilan.
Bahkan dalam proses persidangan di tahun 2016 pun juga telah disebutkan bahwa dalam kasus Vina tersisa 3 DPO yang belum ditemukan.

Share this article
Dengan tegas, Mahfud MD menyampaikan beberapa alasan yang membuat dirinya yakin untuk mengungkapkan hal tersebut.