AYOJAKARTA.COM -- Di tengah polemik kasus dugaan ijazah palsu Joko Widodo, warganet justru dibuat gaduh dengan munculnya Sekolah Tinggi Ilmu Beruk atau STIB.
Terletak di Desa Apar Pariaman,Sumatera Barat, STIB dirancang secara khusus untuk beruk atau sejenis kera yang lulusannya akan bekerja sebagai pemetik kelapa.
Sebelum dinyatakan layak bekerja, beruk-beruk yang umumnya berusia tiga tahunan akan menjalani pendidikan intensif selama sekitar empat bulan.
Beruk yang telah mampu menguasai materi pendidikan, selanjutnya akan dipekerjakan sebagai pemetik Kelapa yang merupakan sumber penghasilan utama warga sekitar.
Adanya unggahan mengenai STIB Adab Mandiri yang disebut-sebut juga menerbitkan ijazah asli, membuat hampir ribuan warganet memberikan tanggapan.
Selain mengapresiasi keberadaan STIB yang merupakan sarana pelatihan khusus bagi beruk, warganet juga mengomentari ijazah asli milik para beruk.
Melalui komentar, warganet bahkan menyebut ijazah asli STIB adab mandiri lebih pantas dihargai dibandingkan oknum pejabat yang menggunakan ijazah palsu.
Di sisi lain, terkait update daftar pihak terlapor di kasus dugaan Ijazah Palsu Joko Widodo, Roy Suryo dan Rismon Sianipar serta tiga tokoh lainnya tidak gentar.
Berbekal pendekatan ilmiah dan empiris sebagai sesama lulusan UGM, Roy Suryo, Rismon Sianipar serta Dokter Tifa yakin Ijazah Palsu Joko Widodo bukan sekadar dugaan.
Baca Juga: Jokowi Hadir Langsung di Polda Metro Jaya, Laporkan 5 Orang Terkait Tudingan Ijazah Palsu
Mengaku siap dengan segala risiko, Roy Suryo, Rismon Sianipar serta Dokter Tifa berharap agar Joko Widodo selaku pelapor tidak melakukan upaya kriminalisasi dalam prosesnya.
Terkait dengan tanggapan dari para terlapor, Menteri Hukum dan HAM periode 2004-2007 ikut memberi pernyataan.
Menurut Profesor Hamid Awaludin, harga yang harus dibayar untuk sebuah kebenaran memang tidak murah dan mudah sehingga keberanian para terlapor perlu diapresiasi.
“Mereka sadar dan tahu kok resikonya, kalau tidak sadar mereka tidak akan tancap gas terus, karena itu saya katakan ini perlu dibawa ke ranah hukum,” ujarnya.
Selain merupakan salah satu upaya pembuktian, keberlanjutan proses hukum yang adil tanpa keberpihakan juga akan menjadi pembelajaran bagi banyak kalangan.
Terkait dengan upaya hukum yang tengah dalam proses, Abraham Samad yang sempat menjabat sebagai Ketua KPK justru berharap agar dugaan ijazah palsu tidak diperpanjang.
Di samping karena akan berpotensi membawa dampak merusak di masyarakat, sikap negarawan lebih perlu dikedepankan oleh Jokowi saat ini.
“Mungkin lebih elok dan arif memberi contoh kepada masyarakat, supaya orang tetap bangga dengan Pak Jokowi,” jelasnya.
Abraham menambahkan, bagi seorang negarawan warisan yang baik merupakan salah satu hal untuk terus diperjuangkan sepanjang hidupnya.***
Share this article
Di tengah polemik kasus dugaan ijazah palsu Joko Widodo, warganet justru dibuat gaduh dengan munculnya Sekolah Tinggi Ilmu Beruk atau STIB.