Kasus Dokter UNPAD Hanya Puncak Gunung Es, 60 Persen Korban Kekerasan Diduga Tak Berani Lapor

Priguna Anugerah, dokter muda peserta PPDS Unpad, sempat coba akhiri hidup sebelum ditangkap polisi. Kasus di RSHS Bandung kini dalam penyidikan serius.

Priguna Anugerah, dokter muda peserta PPDS Unpad, sempat coba akhiri hidup sebelum ditangkap polisi. Kasus di RSHS Bandung kini dalam penyidikan serius.

AYOJAKARTA.COM - Anggota Komisi 8 DPR RI, Atalia Praratya, mengecam keras tindakan kekerasan yang dilakukan oleh dokter residen anestesiologi Universitas Padjadjaran (UNPAD) terhadap keluarga pasien di Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung.

Dalam pernyataannya, Atalia Praratya menegaskan bahwa kasus ini merupakan contoh nyata dari penyalahgunaan relasi kuasa yang semakin marak terjadi dan muncul ke permukaan publik.

"Saya dari Komisi 8 hari ini juga turut serta mengecam terkait dengan tindakan yang dilakukan. Kita melihat ini adalah relasi kuasa. Kasus-kasus seperti ini nampaknya sekarang sangat marak terjadi dan muncul ke permukaan," tegas Atalia.

Anggota komisi yang membidangi masalah perempuan dan anak ini menjelaskan dengan gamblang bahwa fenomena kekerasan tersebut hanyalah 'puncak gunung es', di mana kasus-kasus yang dilaporkan dan terekspos media hanyalah sebagian kecil dari total kasus yang sesungguhnya terjadi.

Banyak korban memilih bungkam karena berbagai faktor, termasuk rasa takut, malu, atau khawatir akan dampak sosial yang mungkin mereka hadapi jika kasus mereka terungkap.

"Data dari Komnas Perempuan di tahun 2022 menunjukkan bahwa sekitar 60% korban kasus tindakan kekerasan seperti ini tidak berani untuk melapor," ungkap Atalia Praratya sambil menjabarkan berbagai kasus serupa yang telah bermunculan belakangan ini.

Baca Juga: Kemenkes Wajibkan Tes Kesehatan Mental Tahunan bagi Calon PPDS setelah Kasus di RSHS

Dengan nada prihatin, dia menyebutkan beberapa contoh konkret, seperti kasus guru besar UGM yang diberhentikan karena terbukti melecehkan banyak mahasiswinya, kasus di pesantren Jombang yang melibatkan relasi kuasa antara kiai dengan santri, serta kasus Kapolres yang justru menjadi predator bagi anak-anak kecil.

"Ini antara relasi kuasa antara kiai dengan santrinya. Kemudian Kapolresnya ada, begitu. Ini seseorang yang dianggap atau institusi yang dianggap mampu untuk melindungi warga masyarakat justru menjadi predator bagi anak-anak kecil. Termasuk yang terakhir ini adalah yang muncul ke permukaan yaitu dr. Residen UNPAD spesialis PAP yang kita sebut seperti itu," jelas Atalia secara detail.

Dia menambahkan bahwa institusi-institusi yang seharusnya menjadi pelindung dan memberi rasa aman bagi masyarakat justru menjadi sumber kekerasan.

Menandakan adanya permasalahan sistemik yang serius dalam struktur sosial dan kepemimpinan di berbagai lembaga tersebut.

Baca Juga: Harga iPhone 17 Series: Prediksi, Strategi Harga, dan Nilai yang Ditawarkan

Atalia Praratya menyampaikan apresiasi mendalam dan rinci terhadap penanganan kasus dokter residen UNPAD yang menurutnya berjalan cepat dan efektif berkat kerja sama berbagai pihak.

"Saya bersyukur juga berterima kasih kepada semua pihak yang bekerja keras sehingga membuat proses dari mulai terjadinya kasus ini sampai dengan hari ini terlihat lancar. Karena kita tahu banyak kasus-kasus yang dipendam sampai bertahun-tahun," ucapnya.

Secara spesifik, Atalia memberikan apresiasi kepada RSHS (Rumah Sakit Hasan Sadikin) yang sangat responsif dalam menghadapi situasi ini.

"Saya juga terima kasih banyak kepada RSHS sebagai lembaga atau institusi yang pada saat itu menaungi pelayanan kesehatan dan nampaknya sangat responsif. Jadi melakukan pendampingan, pelaporan korban bahkan pada waktu itu agak susah masuk ke Polres, begitu mereka bantu sampai ke Polda. Langsung pada hari itu pun prosesnya menjadi berjalan dengan sangat cepat sehingga dalam waktu beberapa hari saja sudah ditangkap pelakunya," jelasnya dengan detail.

Atalia juga memuji komitmen rumah sakit dalam menjaga kerahasiaan identitas korban hingga saat ini, yang menurutnya sangat penting untuk melindungi korban dari gangguan psikis lebih lanjut dan memberi ruang bagi korban untuk pulih dari trauma yang dialami.

Sebagai anggota Komisi 8 DPR RI, Atalia Praratya memberikan penjelasan komprehensif mengenai respons berbagai institusi terkait kasus tersebut dan langkah-langkah yang telah diambil untuk menanganinya.

"Kemenkes juga sangat responsif langsung membukukan program pendidikan spesialis untuk melakukan evaluasi dulu, termasuk mencabut izin praktik dokter yang bersangkutan. Kemudian UNPAD pun sama, saya sudah langsung mengkonfirmasi ini, yaitu memberikan sanksi tegas dengan memecat dan mengeluarkan pelaku dari Universitas Padjadjaran," terangnya.

Atalia menambahkan bahwa dukungan juga datang dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPA) melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Bandung dan Jawa Barat, yang memberikan bantuan konseling dan psikologi forensik.

"Kami juga bersyukur karena ternyata Jabar bantuan hukum juga mendapat kepercayaan dari keluarga korban untuk mendampingi kasus hukum ini," tambahnya.

Atalia merinci peran aktif yang dia dan timnya lakukan, termasuk koordinasi dengan pihak rumah sakit, memberikan dukungan, melakukan monitoring, mengunjungi keluarga korban, dan memberikan pendampingan hukum untuk memastikan proses hukum berjalan dengan adil dan transparan.

Sebagai penutup, Atalia Praratya menekankan dengan sangat jelas mengenai pentingnya perbaikan sistem di berbagai institusi dan implementasi penuh Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS).

Baca Juga: Kesempatan Buat Kamu yang Mau Berkarir di NGO! Penderma.id Buka Lowongan Program Officer Staff

"Yang paling penting adalah yang harus khususnya kami lakukan karena saya adalah di Komisi 8, mendorong agar supaya adanya perbaikan sistem baik di rumah sakit, perguruan tinggi, ataupun lembaga-lembaga terkait, khususnya terkait dengan pelaksanaan Undang-Undang TPKS yang saat ini sedang kita kuatkan," jelasnya dengan penuh keyakinan.

Atalia mengungkapkan keprihatinannya bahwa UU TPKS masih belum dipahami dengan baik oleh banyak pihak, termasuk institusi-institusi yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam implementasinya.

"Hal yang sangat menjadi krusial adalah kekhawatiran terkait dengan menurunnya kepercayaan masyarakat terkait dengan institusi-institusi tersebut. Apakah institusi kesehatan, apakah pendidikan, ataukah keamanan dan lain-lain," ungkapnya.

Dengan tegas, Atalia menegaskan komitmen Komisi 8 DPR RI untuk fokus memastikan bahwa masyarakat, terutama perempuan dan anak-anak, dapat merasa aman dan nyaman di ruang-ruang publik, khususnya di tempat-tempat yang seharusnya menjadi zona aman seperti rumah sakit, sekolah, dan kantor polisi.

"Jadi kita akan fokus di sana supaya betul-betul masyarakat merasa aman, merasa nyaman di ruang-ruang publik, apalagi ruang-ruang yang berkaitan dengan tempat-tempat yang mereka merasa bahwa tempat itu harusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman buat mereka," pungkasnya.

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Metropolitan 06 Jun 2026, 10:08 WIB

Hadapi Ancaman Polusi, Pemprov DKI Kembangkan EWS Kualitas Udara Bersama BMKG

Kehadiran sistem EWS ini diharapkan mampu memberikan informasi prediktif mengenai kondisi kualitas udara di Ibu Kota.

Metropolitan 06 Jun 2026, 09:39 WIB

Pramono Anung Buka Jakarta Future Festival 2026, Dorong Anak Muda Ikut Rancang Masa Depan Jakarta

Pramono Anung resmi membuka JFF 2026 yang digelar di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Jumat (5/6).

Ekonomi 05 Jun 2026, 23:19 WIB

Strategi Investasi Tepat Saat Rupiah Melemah dan IHSG Anjlok

Ekonomi RI tertekan: Rupiah tembus Rp18.000 dan IHSG anjlok ke 5.594 akibat PHK, pajak naik, serta modal asing keluar. Investor disarankan masuk bertahap dan atur portofolio sesuai profil risiko.

Nasional 05 Jun 2026, 21:53 WIB

Strategi 'Rangkul Lalu Pukul', Bisakah Layer Cukai Rendah Jinakkan Pabrik Rokok Ilegal?

Skema "rangkul lalu pukul" lewat layer cukai baru demi kejar Rp30 T menuai kritik. Cara ini dinilai beri karpet merah bagi rokok ilegal dan picu kecurangan baru ketimbang menegakkan hukum secara tegas

Nasional 05 Jun 2026, 20:21 WIB

BBM Mulai Dicampur Bioetanol 5%, Ini Efeknya untuk Mobil dan Motor Tua

Mulai semester II 2026, seluruh SPBU di Jawa wajib jual bensin campur etanol 5% (E5) sesuai Permen ESDM 4/2025. BBM ini ramah lingkungan & aman buat kendaraan modern, tapi berisiko korosi bagi mesin.

Sport 05 Jun 2026, 19:18 WIB

Lebih dari 50 Tenant Indonesia Open 2026 Gunakan Pembayaran Digital BNI

BNI menghadirkan pembayaran digital di Indonesia Open 2026 melalui EDC dan QRIS wondr untuk transaksi praktis.

Hiburan 05 Jun 2026, 18:55 WIB

Sedang Berkonflik dengan Sarwendah, Ruben Onsu Tulis Pesan Haru di Hari Ulang Tahun Anak

Meski hubungan dengan Sarwendah memanas akibat video viral, Ruben Onsu tetap fokus pada anak. Ia mengucapkan ultah menyentuh untuk Thalia dan berharap pihak luar tak memperkeruh mental anak mereka.

Nasional 05 Jun 2026, 17:55 WIB

PNM Hadir hingga Pulau Arar, Perkuat Akses Keuangan bagi Perempuan Pesisir Papua

PNM Mekaar bantu perempuan di Pulau Arar, Papua Barat Daya, mengembangkan usaha, memperbaiki rumah, dan akses keuangan.

News 05 Jun 2026, 17:44 WIB

Isu Reshuffle Kembali Mencuat, Kabar Purbaya Mundur dari Menkeu hingga Said iqbal Disebut akan Masuk Kabinet, Benarkah?

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi buka suara soal kabar Purbaya mundur dari Menkeu dan Said Iqbal masuk kabinet, begini katanya.

Gadget 05 Jun 2026, 17:29 WIB

Samsung Segera Rilis Galaxy Fold 8 dalam Waktu Dekat, Intip Bocoran Spesifikasinya

Samsung Galaxy Z Fold 8 & 8 Ultra masuk sertifikasi Bluetooth. Varian standar hadir dengan layar luar lebih lebar mirip paspor untuk ergonomi, sementara varian Ultra tawarkan kamera & mesin premium.

Nasional 05 Jun 2026, 16:10 WIB

Gebrakan Anyar Nanik S Deyang Setelah Ditunjuk jadi Kepala BGN: Efisiensi Anggaran hingga Perbaiki Kualitas MBG 2026

Nanik S Deyang menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap anggaran yang dialokasikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan tepat sasaran.

Metropolitan 05 Jun 2026, 15:42 WIB

Angkat Tema 'Navigating Resilience' Taman Ismail Marzuki jadi Tuan Rumah Jakarta Future Festival 2026 Mulai 5-7 Juni, Ini Persiapannya

JFF 2026 akan menghadirkan berbagai diskusi, pameran, hingga kolaborasi lintas sektor yang membahas masa depan Jakarta.

Jakarta Pusat 05 Jun 2026, 15:21 WIB

Pramono Pastikan JPO Senen Sentral Sudah Beroperasi Penuh Sejak Kamis Sore, Sempat Terhambat karena Masalah Administrasi dan Komunikasi

Sebelumnya JPO ini sempat tertutup akibat proses perbaikan pascakerusakan yang terjadi pada aksi unjuk rasa tahun 2025 lalu.

Gadget 05 Jun 2026, 15:01 WIB

Adu Spesifikasi Vivo X300 Ultra vs OPPO Find X9 Ultra, Mana yang Lebih Gacor?

Vivo X300 Ultra (Rp26 jt) & Oppo Find X9 Ultra (Rp28 jt) bersaing ketat. Oppo unggul di baterai 7.050 mAh, performa AnTuTu, zoom, & ColorOS matang. Vivo elegan, punya fitur MacBook.

Metropolitan 05 Jun 2026, 14:23 WIB

Pengumuman untuk Warga Jakarta, Distribusi Air PAM Jaya Alami Gangguan Sementara Mulai Malam Ini Jam 23.00 WIB, Berikut Wilayah yang Terdampak

Dikutip dari akun Instagram @dkijakarta, suplai air diperkirakan akan kembali normal bertahap pada Sabtu, (6/6) mulai pukul 03.00 WIB.

Metropolitan 05 Jun 2026, 14:08 WIB

Syaratnya Hanya KTP DKI, Pemprov Jakarta Buka 20843 Lowongan Kerja Padat Karya, Gaji UMP!

Kabar gembira bagi kamu warga ibu kota yang sedang mencari pekerjaan, Pemprov DKI Jakarta diketahui membuka 2.843 lowongan kerja padat karya.

Metropolitan 05 Jun 2026, 14:01 WIB

Menuju Perayaan HUT ke 499 Kota Jakarta, Berikut Rangkaian Acara Seru yang Digelar Mulai Hari Ini hingga 12 Juni 2026

Di pekan pertama Juni 2026, sejumlah acara menarik akan digelar di sejumlah titik seperti di Taman Ismail Marzuki hingga Jiexpo Kemayoran.

Jakarta Pusat 05 Jun 2026, 13:40 WIB

1 Orang Meninggal Dunia, Kebakaran di Cideng Tanah Abang Diduga Akibat Ledakan Kompor Gas

Diduga akibat ledakan kompor gas tiga rumah semi permanen di Jalan Citarum Atas RT 18 / RW 01 Cideng, Gambir, Jakarta Pusat, pada Jumat, 5 Juni 2026 pagi hangus terbakar.

Jakarta Utara 05 Jun 2026, 13:32 WIB

Progres Capai 50 Persen, Sudin SDA Jakarta Utara Perbaiki Kali Sunter Upaya Atasi Banjir!

Progres sudah mencapai 50 persen, Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara terus melakukan perbaikan turap Kali Sunter di Jalan Yos Sudarso.

News 05 Jun 2026, 12:52 WIB

HET MinyaKita Dikabarkan akan Mengalami Kenaikan, jadi Berapa? Ini Bocoran dari Pemerintah

Keputusan ini diambil menyusul kenaikan harga minta sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) yang akan terjadi dalam satu atau dua minggu ini.