AYOJAKARTA.COM - Aktivis Irma Hutabarat mengungkap kebohongan Mahfud MD dalam kasus Ferdy Sambo.
Bersama dengan eks Pengacara Brigadir J, Irma Hutabarat dan Martin Simanjutak memperlihatkan video Mahfud MD yang berbicara soal kasus Ferdy Sambo di depan para relawan.
Dalam video yang diunggah pada YouTube Irma Hutabarat, Mahfud MD menyebut jika keluarga Brigadir J beserta pengacaranya datang menemuinya dengan menangis-nangis.
“Kamaruddin Simanjuntak datang kepada saya ditemani Irma Hutabarat dan keluarganya nangis bahwa kami nggak percaya bahwa ini dibunuh sayapun nggak percaya saya bilang,” kata Mahfud.
Tak hanya itu, eks Menko Polhukam itu juga mengatakan bahwa jika dirinya tak bersuara dalam kasus pembunuhan Brigadir J, maka kasus itu bisa hilang.
“Akhirnya saya yang berteriak-teriak ini pasti pembunuhan selidiki nggak bisa juga, akhirnya Kompolnas saya panggil gimana masalahnya ini kok nggak bisa terbuka,” ujarnya.
Baca Juga: 10 Kota Paling Sempit di Indonesia berdasarkan Data Badan Informasi Geospasial, Ini yang Terkecil
Namun pernyataan cawapres nomot urut 3 itu pun langsung disenggah oleh Irma dan Martin Simanjuntak.
Irma Hutabarat kemudian mengungkap tiga poin kebohongan Mahfud MD di antaranya soal pernyataannya, kemudian soal waktu dan ketiga soal kedatangan pihak keluarga korban dan pengacara yang nangis-nangis.
“Satu, yang dikatakan oleh Mahfud itu adalah bohong, dua, Mahfud ngarang soal waktu. Tiga, tidak ada kedatangan saya sama Kamaruddin Simanjuntak dan keluarga menangis-nangis di depannya,” kata Irma.
“Lalu juga soal menyatakan bahwa kami tidak percaya soal pemubunuhan itu nggak masuk akal karena itu datang tanggal 1 Februari 2023,” pungkasnya.
Baca Juga: Dibuka Bulan Maret! Berikut 6 Instansi yang Diprediksi Buka Loker CPNS 2024 untuk Lulusan SMA/SMK
Martin Simanjuntak juga menegaskan bahwa yang mengungkap kasus Brigadir J adalah pihak keluarga korban bukan Mahfud MD.
Mahfud hanya mengawal atas intruksi dari Presiden.
“Makanya saya bingung Pak Mahfud lagi di Mekah, Madina kok bisa tiba-tiba dibilang dia yang mindahin ke Propam, tapi ya udahlah kalau emang menurut Pak Mahfud prestasinya nggak apa-apa, tapi jangan lupakan juga pak, bapak kan membantu presiden,” kata Martin Simanjuntak.
“Ketika ada video seperti itu saya sebenarnya sedih tapi ketawa juga ini pak Mahfud lupa ingatan atau ngarang,” tambahnya.
Share this article
Aktivis Irma Hutabarat mengungkap kebohongan Mahfud MD dalam kasus Ferdy Sambo. Ia didukung oleh Martin Simanjutak.