AYOJAKARTA.COM – Telah banyak menjadi sorotan, keberadaan sosok Mayor Teddy yang kini berpangkat Letnan Kolonel mulai mendapat beragam cibiran.
Selain kenaikan pangkat yang banyak dianggap oleh sebagian kalangan patut dipertanyakan, peran Mayor Teddy dalam kabinet juga disebut melampaui kebiasaan.
Karena sejumlah perspektif yang berkembang di jagat maya, sosok Mayor Teddy yang kini berpangkat Letnan Kolonel tak berhenti mencuri spotlight kalangan warganet.
Sehubungan dengan peran Letkol Teddy dalam kabinet, Pengamat Politik dan Militer asal Universitas Nasional sempat memberi tanggapan.
Saat menjadi narasumber di sebuah siniar, Selamat Ginting menilai eksistensi Letkol Teddy di kabinet Merah-Putih tidak sesuai dengan latar belakang militer.
Selain sempat mengenyam pendidikan militer sebagai Ranger di US Army Infantry School di Fort Benning, Letkol Teddy juga merupakan anggota Kopassus.
Berbekal dua gelar kombatan bergengsi, kontribusi Letkol Teddy menurut Selamat Ginting lebih pantas dan dibutuhkan di medan tempur.
Baca Juga: Diduga Sisipkan Lelucon LGBT dan Kostum Vulgar, MUI Desak KPI Tindak Trans7 dan TransTV
Tugas-tugas sederhana seperti membuka pintu mobil atau membawa map Presiden, menurut Ginting tidak sesuai dengan kemampuan militer yang dimiliki Letkol Teddy.
“Seharusnya begitu pulang dia menjadi Komandan Kompi, aplikasikan ilmu Rangernya pimpin pasukan ke Papua untuk menghadapi OPM, dia itu Kopassus,” ungkap Ginting.
Ginting menambahkan, spesifikasi yang dimiliki seorang prajurit elit seperti Kopassus dan Ranger bukan untuk membuka-tutup pintu kendaraan, melainkan buka-tutup pertempuran.
Seorang prajurit dengan spesifikasi tempur sebagaimana Letkol Teddy, menurut Ginting perlu berkiblat kepada Mayor LB Moerdani atau Kolonel Bambang Widjanarko.
Berdasarkan historis, keduanya dengan tegas menolak untuk terlihat gagah di istana bersama Presiden Soekarno karena merupakan prajurit tempur.
“Seharusnya Teddy mengikuti itu, dia belum memenuhi syarat semuanya, sesuai Peraturan TNI tahun 2022 Teddy itu baru akan jadi Letkol 23 tahun lagi,” tegas Ginting.
Selain dianggap belum layak oleh Ginting, kenaikan pangkat luar biasa dari Mayor ke Letkol yang dialami Teddy juga dinilai oleh warganet karena disebabkan perkara lain.
Berdasarkan temuan penelusuran sejumlah unggahan, warganet mencurigai alasan kenaikan pangkat Letkol Teddy lebih disebabkan karena urusan pribadi.
Dugaan kedekatannya dengan Ragowo Hediprasetyo yang merupakan putra Prabowo Subianto, oleh warganet disebut-sebut menjadi penyebab loncatan pangkat Letkol Teddy.
Dari sebuah unggahan warganet yang sempat disukai oleh aktris dan model Ariel Tatum, sorotan terhadap Letkol Teddy hari ini semakin menjadi.
Baca Juga: Minyakita Disunat! 2 Menteri Marah, 3 Perusahaan Terlibat
“Yang lain ubah aturan buat anak, ini rubah aturan demi mantu,” komentar pemilik akun @*hintapui* yang kemudian disukai ribuan warganet lain.

Share this article
Telah banyak menjadi sorotan, keberadaan sosok Mayor Teddy yang kini berpangkat Letnan Kolonel mulai mendapat beragam cibiran.