AYOJAKARTA.COM - Sebuah video viral di media sosial yang menampilkan momen memprihatinkan dari seorang ayah yang harus berjalan kaki sepanjang 2 km untuk mengantar sang anak.
Tak hanya momen tersebut yang menjadi viral, rupanya sang anak yang masih duduk di Sekolah Dasar (SD) bersekolah di SLB (Sekolah Luar Biasa) padahal kondisinya sehat, hal itu lantaran ia mendapat bully dari temannya di sekolah yang lama.
Video tersebut langsung mendapat sorotan dari para warganet yang merasa kasihan dengan kondisi sang anak dan ayahnya.
Baca Juga: Soal Cawe-cawe Jokowi di Pilpres 2024, Anies Baswedan Akui Ada Kekhawatiran Namun Tegaskan Soal Ini
Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @undercover.id seperti dilansir Ayojakarta.com, Rabu (31/5/2023).
Dalam video tersebut, terlihat sang perekam menyapa sosok ayah dan anak yang berjalan kaki di depan rumahnya.
Sang ayah yang terlihat mengenakan kemeja batik terlihat menenteng sepatu sang anak yang masih menggunakan seragam sekolah dasar (SD).
Perekam yang penasaran akhirnya bertanya tentang ayah dan anak tersebut hingga akhirnya ia mendapati fakta bahwa sang anak yang masih SD itu terpaksa dipindahkan ke SLB oleh ayahnya karena sering mendapat perlakuan tak pantas di sekolah lamanya.
Baca Juga: Tanggapan Anies Baswedan Soal Isu Jokowi Cawe-Cawe Pilpres 2024: Kami Berharap Seperti Semula
“Rasa penasaranku terjawab hari ini guys, karena setiap pagi itu aku liat ada anak SD diantar ayahnya selalu berangkat sekolah guys,” ujar si perekam.
Saat itu dijelaskan si perekam ia penasaran dengan anak tersebut yang setiap hari lewat bersama ayahnya, sehingga memberanikan diri untuk bertanya.
“Dan kebetulan di dekat rumahku ada sekolah namanya Sekolah Luar Biasa, jadi kan jarang yang lewat hanya satu dua, jadi aku tanya. Dan ternyata anak itu sehat, kondisinya sehat, alhamdulillah,” lanjutnya.
Anak itu harus bersekolah di SLB karena dia merasa tidak nyaman di sekolah yang lama.
“Dia sekarang sekolah di sekolah luar biasa dekat rumahku karena dia itu tidak mau sekolah yang dulu, bayangin sampai segitunya, dia nggak mau sekolah yang dulu sampai pindah sekolah,” katanya.
Baca Juga: Lengkap! Cara Beli Tiket Indonesia vs Argentina: Harga, Jadwal, Link Pembelian dan Syarat
Mirisnya, saat mengajukan pindah, si anak hanya bisa diterima di sekolah luar biasa tersebut.
“Dimana-mana yang keterima cuma di tempat sekolah luar biasa,” ujarnya lagi.
Sontak saja unggahan itu mendapat reaksi keras dari para warganet yang mengecam tindakan bullying karena telah memakan banyak korban.
Banyak warganet juga yang meminta agar semua pihak baik sekolah atau orang tua masing-masing agar selalu mengawasi anak-anak mereka.
Baca Juga: Usai Jokowi Ngaku Cawe-cawe di Pemilu 2024, Anies Baswedan Sebut Ada yang Takut Dijegal, Siapa?
“Ini untuk pelajaran orang tua termasuk saya sendiri yg punya anak masih sekolah.slalu tanya awasi ajak bicara tentang keseharian anak kita. tidak di desa di kota STOOP..!! BULLYNG,” ujar akun @bagussat****.
“Tolong buat para orang tua, yang punya anak… ajarkan sedini mungkin. Gimana pun caranya, ajarkan anak untuk TIDAK PERNAH MELAKUKAN BULLYING baik verbal maupun non verbal. Hal kecil mulai dari kita, kalau semua orang melakukan, pasti akan berdampak besar. Insya Allah tidak akan ada lagi kasus bullying, DIMANAPUN!” tegas akun @anisnprata***.***

Share this article
Hanya diterima di SLB, bocah SD korban bully ini viral di media sosial, sang ayah harus antarkan sang anak sampai jarak 2 KM