AYOJAKARTA.COM - TikToker Bima Yudho Saputro belakangan ini menjadi pusat perhatian publik lantaran mengkritik Pemerintah Lampung yang tidak maju-maju.
Bima diketahui harus berurusan dengan polisi setelah dilaporkan karena menyebut Lampung 'dajal'.
Anggota DPR RI Komisi III Taufik Basari justru menilai bahwa kritik Bima merupakan bentuk aspirasi masyarakat.
"Bima adalah kita, keluhannya adalah keluhan rakyat yang mengharapkan Lampung lebih baik lagi. Bima sedang memberikan pesan dan itu adalah aspirasi. Karena itu, tangkaplah aspirasi itu, jangan berpikir untuk menangkap orangnya," kata Taufik Basari dikutip ayojakarta.com dari Twitter pribadinya, Minggu (16/4/2023).
Baca Juga: Hotman Paris Siap Bela Bima TikToker: Korban Tekanan Kritik Infrastruktur di Lampung
Politikus Partai Nasdem itu menyebut bahwa kritik Bima adalah salah satu bentuk kepedulian warga terhadap kondisi kampung halamannya.
Taufik Basari bahkan meminta untuk tidak merespons kritik Bima secara berlebihan.
"Saya memahami betul keluhan Bima Yudho Saputro, Tiktokers yang viral karena kritiknya bahwa Lampung tidak maju-maju. Yang disampaikan Bimo senyatanya adalah keluhan masyarakat Lampung saat ini. Sebagai anggota DPR RI dari Dapil Lampung 1, setiap kali saya berkeliling bertemu warga masyarakat, masalah infrastruktur adalah keluhan yang paling utama dan selalu ditanyakan. Persoalan jalan rusak selalu ada dalam aspirasi warga yang disampaikan kepada saya," ujar Taufik Basari.
Ia juga mengatakan bahwa Komisi III DPR RI sedang menggelar rapat kerja bersama Polda Lampung pada Jumat (14/4/2023) lalu.
Ia meminta kepada pihak kepolisian untuk tidak melanjutkan proses hukum terhadap laporan atas Bima.
Terkait kritik Bima soal Lampung, Taufik Basari mengaku bahwa aspirasinya itu akan direspons dengan baik oleh Polda Lampung.
"Saya menyampaikan pesan khusus kepada Polda Lampung. Saya meminta agar laporan kepada Polisi terkait viralnya video Bima yang menyebutkan Lampung tidak maju-maju, tidak perlu ditindaklanjuti menjadi proses hukum. Terlalu banyak membuang energi yang tidak dibutuhkan jika memproses persoalan seperti ini," ujarnya.
"Justru sebaliknya, kita semua yang menjalankan amanah rakyat Lampung harus melihat ini sebagai aspirasi sekaligus pengingat agar kita bekerja lebih baik. Kapolda Lampung Irjen Helmy Santika merespons positif masukan yang saya sampaikan. Semoga semua pemangku kebijakan dapat menjadikan keluhan yang tersampaikan melalui viralnya pernyataan Bima sebagai penyemangat untuk selalu mendengar, mengkaji dan merespons berbagai keluhan dengan tindakan konkret," tambah Taufik Basari.
Baca Juga: Mahfud MD: Bima TikToker Memiliki Hak Konstitusional untuk Mengkritik Lampung
Sebelumnya, Bima Yudho Saputro mengaku telah mendapat ancaman yang mengarah kepada keluarganya di Lampung karena saat ini ia berada di Australia.
Bima menyebut bahwa keluarganya telah diintimidasi untuk membuatnya diam dan tidak berbuat ulah seperti yang dilakukan sebelumnya di media sosial.
"Gua tuh ngapain gitu lo, diprofiling kayak gini? korupsi triliunan gue? teroris gue hah? Human trafficking? ape gak ada esensinya sampah nge profiling gue, yang ada gua rujak," ujar Bima.***

Share this article
Taufik Basari anggota DPR RI Komisi III membela TikToker Bima yang mengkritik Lampung tak maju-maju.