AYOJAKARTA.COM -– Ramalan gempa bumi pada zaman internet dan media sosial yang semakin cepat dan update membuat banyak orang percaya. Akan tetapi, hal ini membuat Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami dari BMKG buka suara.
Sebagaimana dikutip oleh AyoJakata.com pada 3 Maret 2023, melalui Twitter @DaryonoBMKG, Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG ini berinteraksi dengan warganet terkait viralnya ramalan gempa bumi.
Ramalan gempabumi semakin gencar terlihat di berbagai media sosial sejak memasuki tahun 2023.
Baca Juga: Gempa Bumi 1.8 Magnitudo Terjadi di Kabupaten Bandung, Kedalaman 21 Meter
Tidak hanya dari peramal dalam negeri, beberapa peramal luar negeri juga mulai memprediksi gempa bumi yang disebut-sebut akan mengguncang Indonesia.
Seperti halnya, melalui cuitan dari Daryono yang membahas sebab gempa bumi di Sukabumi dengan kekuatan magnitudo 4,0, warganet memberikan komentar berupa ramalan yang ditanyakan kepada sang ahli gempa bumi tersebut.
“Prediksi Belanda ahil Frank Pulau Jawa, Kab. Pacitan, Jawa Timur,” cuit akun @Fernandezsa2 dilengkapi tangkapan layar ramalan tersebut.
Akhirnya, Daryono pun menanggapi komentar berupa ramalan gempa di salah satu kabupaten di Jawa Timur tersebut. Ia menuliskan melalui cuitan pada reply Twitter pribadinya.
“Jangan marah sama aku ya kak, kalau saya belum percaya prediksi gempa,” balas @DaryonoBMKG.
Baca Juga: Geger! Peramal Gempa Turki Prediksikan Gempa Berkekuatan Besar Guncang Indonesia, Begini Kata BMKG
Lebih lanjut Daryono juga menjelaskan melalui cuitan lain terkait ramalan gempa yang sering ditanyakan oleh warganet Twitter kepadanya.
“Saya seismologist, landasan berpikir berdasarkan konsep empirik yang valid, saya tidak termasuk yang percaya prediksi gempa, saya belum percaya prediksi gempa saat ini. Konsep prediksi gempa banyak tapi yang valid, konsisten, dan akurat belum ada. Info prediksi sebagai pesan kesiagaan saja dalam konteks teori, saya skeptis,” jelas @DaryonoBMKG.
Daryono menjelaskan bahwa konsep prediksi atau ramalan gempa sangat banyak, akan tetapi yang valid, konsisten, dan akurat belum ada. Sehingga ia sebagai seismologis yang berpikir berdasarkan konsep empiris yang valid.
Kemudian, melalui tweet tersebut, terdapat warganet yang menanggapi penjelasan dari Daryono terkait ketidakpercayaannya atas ramalan atau prediksi gempa, serta harapan dari warganet kepada warganet lain yang mempercayai ramalan daripada penjelasan seismologis.
Baca Juga: BMKG: Gempa Bumi Guncang Bobong Maluku Utara, Kekuatan Capai 3.3 Magnitudo
“Semoga dari belum percaya bisa terus belajar pak, siapa tahu nanti bisa berubah menjadi ahli yang memprediksi gempa,” komentar akun @FlareUp_9.
Hal ini pun terpantau oleh AyoJakarta.com ditanggapi oleh Daryono secara langsung, terkait harapan warganet pada cuitan penjelasannya tersebut.
“Karena belajar prediksi gempa itulah kak malah jadi tak percaya,” jawab Daryono sambil memberikan emoji senyum.
Diketahui, banyak ramalan gempa bumi yang viral dan sering ditanyakan kepada Daryono selaku ahli seismologis atau ahli gempa bumi dan tsunami di Indonesia.
Baru-baru ini terdapat ramalan gempa bumi yang disebut-sebut akan melanda salah satu kabupaten di selatan Pulau Jawa, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.
Hal ini pun menjadi kekhawatiran masyarakat awam, karena menurut sejarah, Kabupaten Pacitan di masa lalu pernah mengalami gempa bumi dan tsunami yang menyebabkan banyak kerusakan.
Akan tetapi, mulai dari viral ramalan gempa bumi hingga saat ini, Daryono selaku Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami mengaku tidak percaya atas ramalan yang ada.***(Zharifah Ardiana)

Share this article
Tidak hanya dari peramal dalam negeri, beberapa peramal luar negeri juga mulai memprediksi gempa bumi di Indonesia.