AYOJAKARTA.COM - Beredar di media sosial Twitter alias X yang memperlihatkan diduga Desk Collection (DC) pinjol AdaKami yang sengaja menggunakan ‘WhatsApp jahat’ untuk menagih nasabah.
Video diduga DC pinjol nasabah soal yang sengaja menggunakan WhatsApp jahat ini diunggah akun pegiat sosial media @PartaiSocmed.
Dalam video tersebut, terlihat diduga sekelompok DC pinjol AdaKami yang tengah meeting membahas soal akun WhatsApp jahat.
Salah seorang pria memakai baju hitam yang nampak memimpin meeting tersebut memberikan arahan kepada rekannya untuk membuka dua Chrome.
Dalam Chrome tersebut terdapat dua tab yang berisi akun milik AdaKami dan yang kedua adalah akun WhatsApp yang disebut WA jahat.
Akun WA jahat tersebut sengaja dikhususkan menggunakan akun pribadi dan bukan Google AdaKami.
“Chromenya itu ada dua, lo bikin dua tab ya. Tab satu ini google Adakami trus lo klik lagi muncul tab baru lagi, lo masukin situ WA jahat,” ujar pria tersebut.
“Jadi khusus yg WA jahat itu akun lo sendiri, jadi bukan akun google Adakami,” pungkasnya.
Baca Juga: Rahasia Awet Muda: Lakukan 7 Kebiasaan Ini Secara Rutin Agar Wajah Tetap Berseri Meski Tanpa Make Up
Video tersebut kemudian mendapat berbagai responsdari warganet.
Tak sedikit dari publik yang geram dengan aksi tersebut.
“Kurang lebih begini suasana tempat kerja saya semasa jadi DC pinjol, gua yakin kata2 binatang bakal sering banget berseliweran di kantor itu, demi cuan coy,” kata @DAaxxx.
“Jahat bgt ih gila, mana itu banyak cewek lg ya smh,” tulis @purplxxxx.
“Oh ini tampang para bajingan itu,” kata @Borxxxx.
Baca Juga: 1 Oktober Hari Apa dalam Percintaan? Cari Tahu Apa Itu Tren My Girl yang Viral di TikTok di Sini
Baru-baru ini pinjaman online AdaKami memang tengah menjadi perbincangan hangat publik karena bunga yang diberikan sangat besar juga cara penagihannya yang dianggap tak manusiawi.
Bahkan beredar kabar ada nasabah yang sampai bunuh diri karena terlilit utang pada pinjaman online tersebut.***

Share this article
Viral DC pinjol AdaKami diduga pakai WhatsApp jahat untuk menagih dan meneror para nasabahnya, netizen geram.