Ternyata Ini 5 Fakta Kampung Mati yang Sempat Viral di Cepoko, Tempat Paling Angker di Semarang?

Media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan viralnya Kampung Mati yang berada di sekitar Kelurahan Cepoko, Gunungjati, Semarang.
Media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan viralnya Kampung Mati yang berada di sekitar Kelurahan Cepoko, Gunungjati, Semarang.

AYOJAKARTA.COM – Media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan viralnya Kampung Mati yang berada di sekitar Kelurahan Cepoko, Gunungjati, Semarang.

Bahkan saking hebohnya membuat warga sekitar Kampung Mati tersebut panik, sehingga banyak video yang beredar terkait Kampung Mati yang viral tersebut.

Bahkan banyak yang mengungkapkan fakta di balik Kampung Mati di Cepoko, Semarang, tersebut. Apalagi ada mitos yang menyebutkan eksistensi makhluk halus di sana.

Baca Juga: Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang: Viral Lagi Sandiwara Yosep Nangis Gemetar di Makam Korban

Lantas dengan viralnya di media sosial terkait Kampung Mati tersebut, maka berikut adalah fakta sebenarnya tentang keberadaannya, yang dikutip ayojakarta.com dari laman suara.com.

Lokasi Kampung Mati

Fakta pertama yang perlu diketahui adalah bahwa Kampung Mati tersebut berada di RT 4 RW 1 Kelurahan Cepoko Gunungjati, Kota Semarang, Jawa Tengah. Tepatnya di sekitar kantor Kelurahan Cepoko

Adapun sebenarnya Kampung Mati tersebut hanyalah sebutan saja. Tidak ada lokasi yang benar-benar dinamai Kampung Mati. Penamaan Kampung Mati diberikan nama oleh beberapa orang lantaran terlihat sangat sepi seperti kota mati.

Bekas Bisnis Properti

Sebelumnya, Kampung Mati sempat memiliki aktivitas sebagai tempat berbisnis properti sebelum situasi terkini menjadi sepi dari penduduk.

Namun karena tempat tersebut memang lebih banyak digunakan untuk menyimpan barang daripada dihuni, maka kawasannya terlihat sangat sepi.

Bahkan ada seorang mantan pekerja di Kampung Mati tersebut terkejut setelah mengetahui bahwa bekas proyeknya kini dikenal dengan Kampung Mati.

Pernah Dijarah

Siapa sangka ternyata dulunya Kampung Mati tersebut pernah menjadi kompleks perumahan yang dibangun pada tahun 1980-an. Namun sebab kondisi di sekitaran Kelurahan Cepoko tersebut sepi, akhirnya membuat keamanan perumahan tersebut kurang.

Akibatnya, lokasi tersebut pernah dijarah bahkan cukup sering terjadi, sehingga kondisi ini yang membuat banyak warga pindah sampai lingkungan tersebut menjadi benar-benar sepi.

Bukan Tempat Angker

Selanjutnya walaupun Kampung Mati sepi, namun warga setempat membantah bahwa kampung tersebut telah lama dijuluki Kampung Mati, terlebih lagi disebabkan oleh gangguan hal mistis.

Bahwa warga juga sempat mengaku tidak pernah menjadi korban teror seperti yang dibicarakan oleh banyak media. Warga menyebutkan mungkin memang ada 'penghuni', namun warga sekitar tidak pernah merasa terganggu.

Masih ada Aktivitas Bisnis

Fakta terakhir, walaupun disebut Kampung Mati, namun masih ada satu rumah di sekitar lokasi tersebut yang melakukan aktivitas.

Dan aktivitas yang dilakukan dalam Kampung Mati adalah Gudang gas LPG yang masih aktif mendistribusikan gas di wilayah Cepoko.

Rumah tersebut juga bersebelahan dengan industri pengolahan pupuk kandang yang masih aktif melakukan aktivitas bisnisnya.

Baca Juga: Otto Hasibuan Ungkap Kondisi Terbaru Jessica Wongso setelah Kasus Kopi Sianida Kembali Viral

Ya, itulah sejumlah fakta di balik Kampung Mati di Cepoko, Semarang. Ternyata tidak seseram yang dikabarkan di media sosial ya.

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Cepoko
# kampung mati
# Semarang
# viral

News Update

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Metropolitan

Atasi Masalah Sampah, Pemprov DKI Jakarta Dorong Sekolah Manfaatkan Lahan untuk Urban Farming!

Pemprov DKI Jakarta kini tengah gencar mendorong seluruh sekolah di ibu kota untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang hijau dan lahan terbuka.

Nasional

Kemenkum Naikkan Tarif Lepas Status WNI, Apa Saja yang Berubah di PP No. 30 Tahun 2026?

Melalui PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, tarif lepas WNI naik jadi Rp3,5-5 juta & naturalisasi WNA Rp75 juta. Kenaikan ini ditujukan untuk modernisasi layanan digital Kemenkum.

Metropolitan

Pramono Anung Minta Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau, APAR Disiapkan di Setiap RW

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi BMKG yang menyebut musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan kondisi cuaca yang lebih

Gadget

Resmi Meluncur 22 Juli, Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bawa Layar Anti-Reflektif Bebas Silau!

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra rilis 22 Juli 2026 dengan layar anti-reflektif khusus, kamera telefoto, dan lipatan minim. Varian standar dibanderol mulai Rp35 jutaan beserta lini Galaxy Watch 9.

Jakarta Selatan

Pramono Resmikan Bedah Rumah di Mampang Bekas Kebakaran, 22 KK Kini Miliki Hunian yang Lebih Layak

Program ini adalah wujud kolaborasi multipihak untuk mempercepat pemulihan warga yang terdampak kebakaran.