AYOJAKARTA.COM - Menanggapi suara rekaman viral berisi kecurangan pemilu yang diduga dilakukan oleh sejumlah pejabat di Batubara, kubu AMIN dan Ganjar meminta Bawaslu menindaklanjuti temuan tersebut.
Calon wakil presiden nomor urut 1, Muhaimin Iskandar, minta tim hukum Timnas Amin menyelidiki rekaman tersebut.
Sementara capres nomor urut 3 Mahfud MD mendorong pengujian rekaman suara melalui digital forensik.
Sebagai informasi, sebuah rekaman audio beredar luas dan menjadi viral di media sosial.
Rekaman tersebut berisi perintah agar dana desa dipakai memenangkan pasangan nomor 2 Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming.
"Kepala desa, langsung aja kita diarahkan ke 02 itu dulu yang pertama tidak ada cerita lain tidak ada cerita alasan apa menangkan 02 di desa masing-masing. DN DN. Terkait masalah peluru itu masih diupayakan dengan PJ supaya sebelum pilpres pres keluar, dengan catatan 100.000 dikeluarkan uang dari situ." begitu bunyi rekaman tersebut.
Rekaman suara itu diduga perbincangan antara Dandim, Bupati, kapolres, dan kejari Batubara.
Kapolres dan Dandim Batubara membantah suara dalam rekaman viral berisi kecurangan pemilu adalah suara mereka.
Kapolres Batubara, AKBP Taufik Hidayat, menyebut rekaman tersebut adalah fitnah alias hoax.
"Saya pastikan, saya dandim itu bukan suara kami ya. Kemudian yang kedua saya pastikan TNI Itu netral. Saya pesan buat masyarakat mari kita jangan sampai termakan itu hoax," katanya.
Baca Juga: Merespons Isu Keakraban Paslon Satu dan Tiga, Gerindra: Sesuatu yang Biasa-Biasa Saja
Begitu juga Dandim 0208 Asahan Infanteri Muhammad Basarewan menyampaikan bantahannya.
"Suara yang ada di video rekaman bukan merupakan suara kamu, kami juga tidak pernah melaksanakan ada kumpul atau rapat dengan forkopimda membahas tentang mendukung calon tertentu. Kami TNI tetap menjunjung tinggi netralitas Pemilu 2024," jelasnya.
Mahfud MD mendorong agar Bawaslu memeriksa rekaman suara tersebut dengan pengujian validitas menggunakan digital forensik.
"Bawaslu sudah bereaksi. Ya itu tugas Bawaslu. Sekarang kan ada digital forensic. Apakah itu benar suaranya si A, si B. Kalau mau diperiksa betul-betul tinggal panggil ITB. Ini suaranya cocok enggak dengan si A, si B, si C. Itu kan gampang. Di proses korupsi itu sudah selalu dilakukan digital forensik," jelas Mahfud.
Tanggapan juga disampaikan calon wakil presiden nomor urut 1 Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.
Dia meminta agar tim hukum Timnas AMIN menindaklanjuti rekaman suara tersebut
Dugaan kebocoran rekaman suara para pejabat Batubara tersebut kini tengah dalam penelusuran Bawaslu.***

Share this article
Menanggapi suara rekaman viral berisi kecurangan pemilu yang diduga dilakukan oleh sejumlah pejabat di Batubara