Eks Wakapolri dan Kabareskrim Sebut Bukti Terkait Pegi Setiawan sebagai Pembunuh Vina dan Eki Sangat Lemah

Eks Kabareskrim Susno Duadji juga memberikan pandangannya mengenai pentingnya bukti ilmiah dalam sidang pra peradilan ini.
Eks Kabareskrim Susno Duadji juga memberikan pandangannya mengenai pentingnya bukti ilmiah dalam sidang pra peradilan ini.

AYOJAKARTA.COM - Eks Wakapolri Komjen (Purn) Oegroseno dan Mantan Kabareskrim Polri Komjen Pol (Purn) Susno Duadji menyatakan bahwa bukti yang mentersangkakan Pegi Setiawan sebagai pembunuh Vina dan Eki sangat lemah.

Menurut mereka, bukti-bukti yang ada tidak cukup kuat untuk membuktikan keterlibatan Pegi dalam kasus ini.

"Kalau mau dihadirkan ahli, seharusnya sudah bisa dibaca ahli pada saat pemeriksaan forensik atau visum tahun 2016. Saya juga tidak tahu ahli apa yang akan dimajukan sekarang setelah Pegi ditangkap dan ditahan," ujar Oegroseno.

Oegroseno menekankan bahwa ahli pidana sebenarnya tidak ada, yang ada hanyalah pakar pidana. Polisi dan jaksa juga merupakan pakar pidana, sehingga mendatangkan ahli pidana perlu mempertimbangkan alat bukti yang relevan.

"Bukti dari keterangan saksi dan keterangan ahli sangat berbeda sesuai dengan alat bukti. Pasal 184 KUHAP menyatakan bahwa keterangan saksi dan keterangan ahli berbeda jauh. Oleh karena itu, jika ada yang mendatangkan ahli, harus ada kaitannya dengan alat bukti yang signifikan," jelasnya.

Baca Juga: Tes Kepribadian: Gaya Berdiri Mengungkapkan Sifat Terpendam, Termasuk Bagaimana Soal Mengelola Keuangan

Oegroseno menjelaskan lebih lanjut, Kapolri melalui Wakapolri juga menegaskan bahwa investigasi ilmiah yang dilakukan sangat lemah dan tidak ditemukan alat bukti yang signifikan.

"Jika Pegi memang pelakunya, pasti ada baju berdarah yang bisa disita sebagai alat bukti signifikan. Darah tersebut perlu diperiksa apakah darahnya atau mungkin darah Vina," tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, Eks Kabareskrim Susno Duadji juga memberikan pandangannya mengenai pentingnya bukti ilmiah dalam sidang pra peradilan ini.

Menurut Susno, sedikitnya ada lima bukti scientific crime investigation yang bisa membuktikan apakah Pegi adalah pelaku pembunuhan Vina dan Eki di Cirebon.

"Mari kita saksikan di praperadilan nanti, seperti apa scientific yang dipaparkan oleh penyidik Polri. Kita mulai dari hal kecil-kecilan saja," ujar Susno.

Baca Juga: Soal Penetapan Tersangka Pegi Setiawan, Toni RM Ingin Aep Dihadirkan di Sidang Praperadilan

Lima alat bukti scientific yang dimaksud Susno adalah sebagai berikut:

1. Susno mempertanyakan keberadaan sidik jari Pegi pada barang bukti, seperti helm atau sepeda motor, yang disita oleh kepolisian. Temuan sidik jari Pegi di TKP akan menjadi bukti penting.

2. Susno menyambut baik jika rekaman CCTV yang menunjukkan keberadaan Pegi di sekitar TKP dihadirkan di persidangan. Rekaman tersebut diharapkan dapat memperjelas kronologi kejadian.

3. Susno juga menyebutkan adanya bukti sperma Pegi yang ditemukan di lokasi kejadian. Bukti ini perlu diteliti lebih lanjut untuk memastikan keabsahannya.

4. Selain bukti sperma, Susno juga mengungkapkan adanya darah korban yang menempel pada baju Pegi. Darah ini perlu dianalisis untuk mengetahui asal-usulnya dan kaitannya dengan peristiwa pembunuhan.

5. Susno berharap data dari HP Pegi, yang disita oleh kepolisian, dapat menunjukkan keberadaan Pegi sebelum, saat, dan setelah kejadian. Data pergerakan Pegi melalui BTS di sekitar TKP dapat menjadi petunjuk penting.

Susno menegaskan bahwa bukti-bukti tersebut akan menjadi penentu dalam menguji keabsahan penetapan status tersangka Pegi Setiawan.

Baca Juga: Mengaku Tidak Merasa Tergoda dengan Pasangan Aman, PDIP Siap Membentuk Poros Rakyat untuk Memenangkan Pilkada Jakarta

Sidang pra peradilan ini akan menjadi momentum penting untuk melihat sejauh mana bukti ilmiah dapat dihadirkan dan dipertanggungjawabkan di hadapan hukum.

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# pembunuh Vina
# Pegi Setiawan
# Susno Duadji

News Update

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Metropolitan

Atasi Masalah Sampah, Pemprov DKI Jakarta Dorong Sekolah Manfaatkan Lahan untuk Urban Farming!

Pemprov DKI Jakarta kini tengah gencar mendorong seluruh sekolah di ibu kota untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang hijau dan lahan terbuka.

Nasional

Kemenkum Naikkan Tarif Lepas Status WNI, Apa Saja yang Berubah di PP No. 30 Tahun 2026?

Melalui PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, tarif lepas WNI naik jadi Rp3,5-5 juta & naturalisasi WNA Rp75 juta. Kenaikan ini ditujukan untuk modernisasi layanan digital Kemenkum.

Metropolitan

Pramono Anung Minta Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau, APAR Disiapkan di Setiap RW

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi BMKG yang menyebut musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan kondisi cuaca yang lebih

Gadget

Resmi Meluncur 22 Juli, Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bawa Layar Anti-Reflektif Bebas Silau!

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra rilis 22 Juli 2026 dengan layar anti-reflektif khusus, kamera telefoto, dan lipatan minim. Varian standar dibanderol mulai Rp35 jutaan beserta lini Galaxy Watch 9.

Jakarta Selatan

Pramono Resmikan Bedah Rumah di Mampang Bekas Kebakaran, 22 KK Kini Miliki Hunian yang Lebih Layak

Program ini adalah wujud kolaborasi multipihak untuk mempercepat pemulihan warga yang terdampak kebakaran.