AYOJAKARTA.COM – Ramainya dugaan Roti Aoka menggunakan bahan pengawet berbahaya membuat banyak masyarakat khawatir.
Belakangan Roti Aoka diduga menggunakan pengawet yang biasa digunakan untuk produk kosmetik yaitu sodium dehydroacetate.
Isu ini muncul bukan tanpa alasan, ini karena Roti Aoka memang memiliki masa simpan atau ketahanan yang cukup lama.
Tentu ini menjadi kekhawatiran masyarakat karena biasanya produk roti tidak bisa bertahan lama.
Roti Aoka mampu bertahan lama tanpa berjamur hingga enam bulan, tentu berbeda dengan roti pada umumnya bertahan maksimal satu minggu.
Mengenai hal tersebut, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akhirnya memberikan tanggapan.
BPOM mengatakan pada 28 Juni 2024 lalu pihaknya telah mengambil sampel produk Roti Aoka dari peredaran dan melakukan pengujian.
Berdasarkan hasil pengujian diketahui bahwa produk roti tersebut tidak mengandung zat berbahaya.
“Hasil pengujian menunjukkan produk tidak mengandung natrium dehidroasetat,” kata BPOM dikutip dari laman pom.go.id pada Kamis (25/7/2024).
Hal tersebut sejalan dengan hasil inspeksi ke sarana produksi Roti Aoka pada 1 Juli 2024 yang menunjukkan tidak ditemukan adanya zat tersebut di sarana produksi.
BPOM menegaskan pihaknya terus melakukan pengawasan produk pangan secara komprehensif mulai dari pengawasan sebelum edar hingga pengawasan setelah produk beredar.
Hal ini dilakukan untuk menjamin keamanan produk yang diedarkan untuk dikonsumsi masyarakat.
Selain itu, BPOM juga mengimbau agar masyarakat selalu merujuk informasi tentang obat dan makanan pada sumber terpercaya.
Share this article
Roti Aoka mampu bertahan lama tanpa berjamur hingga enam bulan, tentu berbeda dengan roti pada umumnya bertahan maksimal satu minggu.