AYOJAKARTA.COM – Buntut pertemuan antara Prabowo Subianto dengan Megawati Soekarnoputri pada Selasa malam kemarin, masih meninggalkan jejak pertanyaan.
Ditengarai memiliki muatan politik jangka panjang, kedatangan Prabowo Subianto ke kediaman Megawati Soekarnoputri juga disebut-sebut sebagai langkah awal.
Tanpa diselingi dengan berbagai prosesi dan publikasi resmi, pertemuan Prabowo Subianto dengan Megawati Soekarnoputri tetap perlu mendapat apresiasi.
Dengan telah bertemunya dua Presiden berbeda periode ini, publik dapat berharap agar situasi politik tanah air akan menjadi semakin membaik.
Pernyataan terkait kunjungan Prabowo ke Jalan Teuku Umar yang merupakan lokasi kediaman Megawati tersebut disampaikan langsung Pengamat Politik Effendi Gazali.
Selain sebagai negarawan dan pemimpin Indonesia, kedatangan Prabowo juga bentuk pemenuhan aspek normatif mengingat usia Megawati yang melebihi Prabowo.
“Hari baik bulan baik, yang yunior mendatangi yang relatif lebih senior dan punya pengalaman melewati krisis karena ada selisih lima tahun disitu,” ungkapnya.
Baca Juga: 3 Jenis Bahan Ramuan Herbal Sederhana untuk Menyembuhkan Gout Attack atau Asam Urat
Lebih lanjut, EG menilai pertemuan antara Prabowo dengan Megawati bukan sekedar memperbaiki hubungan politik tetapi juga antisipasi terhadap situasi geopolitik.
Meski demikian, secara pribadi EG menyebut bahwa salah satu materi pertemuan antara Prabowo dengan Megawati juga menyoal soal Solo.
“Tetapi lagi-lagi ini metakomunikasi yang kita tidak ada di dalamnya kita tidak boleh menduga, tapi barangkali pembicaraan soal Persimpangan Solo juga ada,” imbuhnya.
Menyikapi anggapan perihal materi pembahasan dua sosok Petinggi Parpol, Profesor Siti Zuhro yang merupakan Peneliti Utama BRIN ikut memberi komentar.
Baca Juga: Tertarik dengan iQOO Neo 10R? Ini Kelebihan dan Kekurangan yang Perlu Diketahui
Sebagai sesama Ketua Umum Parpol besar, Siti optimis pembahasan antara Prabowo dengan Megawati bukan sekedar menyoal situasi geopolitik.
Terlebih pertemuan antara kedua tokoh bangsa tersebut, juga terbilang bebas dari jangkauan dan sorotan media.
“Karena empat mata jadi agak leluasa, jadi tidak ditongkrongi oleh jurnalis sehingga jadi lebih cair, sehingga tidak mungkin Pak Prabowo mengaransemen kabinet,” jelas Siti.
Sehubungan dengan pertemuan antara Prabowo dengan Megawati, Arya Seno Bagaskoro selaku politisi PDIP memberi tanggapan.
Menurut Seno, suasana pertemuan antara Prabowo dengan Megawati berjalan penuh keakraban sehingga tidak ada yang mengintervensi.
Berbekal hubungan keduanya di masa lalu, Seno mencatat beberapa hal sederhana namun memiliki muatan nilai yang besar bagi perjalanan politik tanah air.
Baca Juga: Tertarik dengan iQOO Neo 10R? Ini Kelebihan dan Kekurangan yang Perlu Diketahui
Salah satu bentuk perhatian Prabowo sebagai sahabat dekat Megawati adalah dengan memberikan parsel berisi sayur-mayur serta buah Tomat berukuran besar.
“Bahkan Ibu Mega minta kepada Pak Prabowo, kalau bisa bibitnya diberikan sehingga bisa ditanam di kediaman Ibu karena Beliau sangat suka berkebun,” jelas Seno.

Share this article
Menurut Seno, suasana pertemuan antara Prabowo dengan Megawati berjalan penuh keakraban sehingga tidak ada yang mengintervensi.