AYOJAKARTA.COM- Guru merupakan pahlawan tanpa tanda jasa yang seharusnya dihargai karena mempunyai peranan dalam pendidikan di Indonesia.
Sebab pendidikan merupakan ujung tombak dalam meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas di masa yang akan datang.
Namun sayang sekali, seorang guru honorer bernama Nurhayati Saidi di Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo ini terpaksa menjajakan ginjalnya di media sosial karena terpaksa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya bersama sang anak.
Baca Juga: Pakar Ungkap Kawasan Sesar Aktif Pulau Jawa yang Patut Untuk Diwaspadai, Mana Saja? Simak di Sini
"Kalau ada yang mau beli ginjal, ini ginjal saya dijual dengan alasan untuk kebutuhan anak-anak saya. Daripada berharap gaji, nanti sudah kiamat, baru mereka ingat haknya guru-guru. Padahal tanggungjawab kami sudah dilaksanakan," kata Nurhayati Saidi di akun media sosialnya pada kala itu yang mengeluh karena belum mendapatkan gaji dari pemerintah .
Nurhayati juga membenarkan unggahan tersebut memang benar adanya. Sebab ia mengaku bahwa saat ini ia tidak memiliki uang sama sekali. Oleh karena itu ia nekat ingin menjual ginjalnya demi memenuhi kebutuhan anak-anaknya.
"Saya berstatus begitu karena kebutuhan bukan cuman untuk saya pribadi tetapi untuk anak-anak kasihan," katanya.
Tak tanggung-tanggung keinginan tersebut sudah dipikirkan Nurhayati sebelum ia membuat status tersebut. Ia juga mengaku mau menjual ginjalnya kalau ada yang berminat karena terpaksa dengan keadaan ekonominya yang begitu sulit dalam memenuhi kebutuhan keluarga.
"Kalau ada orang mau, saya mau ini," ucapnya yang dikutip ayojakarta.com di tayangan Kompas TV, Selasa (7/3).
Menurutnya hal tersebut ia lakukan demi memenuhi kebutuhan anaknya karena gaji yang tak kunjung dibayar oleh pemerintah sudah 3 bulan lamanya. Selain itu, Nurhayati sudah tak memiliki apapun untuk membiayai anaknya.
Kemudian menanggapi postingan guru honorer tersebut, Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Boalemo, Rikson Utiarahman mengaku bahwa saat ini gaji honorer belum dibayar karena masih melengkapi tahapan administrasi dan evaluasi awal tahun.
Baca Juga: Bacaan Niat dan Tata Cara Salat Tasbih Menurut Ustaz Abdul Somad, Simak di Sini!
"Menurut penglihatan kami di dinas ini masih melakukan evaluasi di awal tahun. Hasil evaluasi akan masuk jadi sebuah SK, setelah itu pihak keuangan di sekretariat akan memproses pembayaran. Sampai saat ini kita sudah ada 80 persen tahapannya karena kami sudah ada pada tahapan penagihan terkait dengan honor," kata Rikson Utiarahman.

Share this article
Seorang guru honorer bernama Nurhayati Saidi di Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo ini terpaksa menjajakan ginjalnya di media sosial.