AYOJAKARTA.COM -- Erupsi gunung Merapi yang terjadi sejak 11 Maret 2023 lalu masih terjadi berulang kali hingga hari ini.
Di tengah gencarnya pemberitaan mengenai erupsi, publik kembali dihebohkan dengan penampakan awan di sekitar kubah Merapi.
Sebab unggahan awan dengan bentuk menyerupai tokoh wayang di sekitar kawah Merapi ditanggapi warganet dengan beragam sudut pandang.
Pasalnya, bentuk awan yang menghebohkan tersebut mirip dengan salah satu tokoh Punakawan, yakni Petruk.
Fenomena Awan Panas Erupsi Merapi bentuk Petruk
Terkait dengan adanya anggapan bahwa sosok menyerupai tokoh wayang adalah merupakan pesan tertentu, pakar vulkanologis ikut berkomentar.
Fenomena kepulan asap menyerupai tersebut dijelaskan oleh Agus Budi Santoso, Badan Geologi PVMBG-BPPTKG.
Agus Budi Santoso mengawali penjelasan kepada awak media dengan senyuman serta kesabaran untuk memberi penjelasan.
“Ya benar, kami juga menunggu awan panas yang berbentuk Rubicon,” jelasnya setengah bercanda.
Sebagaimana diketahui publik, kasus penganiayaan dengan pelaku anak pejabat yang mengendarai Rubicon juga masih menjadi isu hangat.
Lebih lanjut, Agus Budi Santoso menjelaskan dengan lebih serius bahwa penampakan awan panas tersebut hanya kebetulan saja.
“Artinya, mitos terkait kemunculan tokoh wayang tersebut tidaklah benar,” ujar Agus mencoba untuk meluruskan pandangan masyarakat.
Dalam penjelasannya kepada awak media Agus Budi Selanjutnya memberikan alasan dibalik munculnya fenomena unik tersebut.
“Awan panas terbentuk ketika material lava dengan kandungan gas yang tinggi meluncur di lereng gunung dengan kecepatan tinggi,” terang Agus.
Sedangkan yang membumbung tinggi ke angkasa hingga bisa terlihat jelas dari kejauhan, merupakan abu dari luruhan material.
“Material yang lebih berat meluncur dari alur sungai,” jelas Agus Budi Santoso memberi penjelasan secara ilmiah serta faktual.
Pernyataan yang senada juga disampaikan oleh Peneliti di Badan Pengelola Geopark Nasional, Marumin Sinubuy.
Baca Juga: Jadwal FYP TikTok Selasa, Apakah Ada Jam Tertentu Upload Konten agar Viral?
Menurutnya, kemunculan awan panas yang menyerupai tokoh wayang Petruk tersebut tidak lain hanyalah sebuah kebetulan.
Lebih lanjut Marumin memperkenalkan istilah yang lazim digunakan dalam sains untuk menyikapi fenomena tersebut.
“Dalam dunia sains, penampakan awan seperti Petruk dikenal dengan istilah Pareidolia,” terangnya.
Pareidolia sendiri, menurut Marumin adalah kecenderungan manusia menghubungkan bentuk tertentu dengan sosok atau wujud yang sudah umum dikenali.
Fenomena semacam itu akan segera hilang atau tidak lagi terlihat, setelah tiupan angin mengubah arah atau bentuk.
Namun demikian tidak sedikit warga di sekitar gunung Merapi yang meyakini, bahwa Mbah Petruk merupakan sosok protagonis, pelindung.
Demikian informasi awan panas Mbah Petruk seperti dikutip AyoJakarta pada Senin, 13 Maret 2023 dri kanal Youtube Miftah’s TV.***(Karseno AJ)

Share this article
Di tengah gencarnya pemberitaan mengenai erupsi, publik kembali dihebohkan dengan penampakan awan di sekitar kubah Merapi.