AYOJAKARTA.COM -– Warganet belum lama ini dihebohkan dengan sosok anak viral bernama Preliyan alias Liyan yang mendatangi makam mendiang Ayahnya.
Seorang diri, Preliyan yang sehari-hari berjualan kue bersimpuh di gundukkan tanah tempat jasad sang Ayah terkubur.
“Pak, tenang di surganya Allah ya, Pak,” ucap Preliyan sambil bersimpuh memegangi batu nisan makam Ayahnya.
Baca Juga: Viral 6 Bulan Nikah, Wanita Ini Baru Tahu Pangkat Letkol TNI AL Milik Suaminya Ternyata Bohongan!
Usai berdoa untuk keselamatan Ayah, Liyan kembali melanjutkan aktivitasnya berjualan aneka jenis kue kecil.
Terharu dengan kesedihan Liyan, warganet kemudian menunjukkan sikap empati dengan memberikan sejumlah barang untuk Liyan.
Meski beberapa saat sempat terlihat senang, namun kesedihan Liyan beserta Sandy kakaknya tak terbendung ketika mengingat sang Ibu yang tengah sakit.
Tinggal terpisah dengan Ibu, serta tanpa perlindungan Ayah membuat hati nurani warganet tergerak untuk kembali melakukan perbuatan baik.
Dari Lampung, Sandi serta Preliyan kemudian diantar untuk menemui Narsih, Ibunya yang tinggal di Bogor, Jawa Barat.
Setelah dua tahun berpisah, isak tangis kemudian membuncah usai Sandi dan Liyan mengetahui kondisi ibunya yang semakin parah.
Sandy bahkan sempat menangis histeris hingga setengah tidak sadarkan diri setelah bertemu dengan ibunya yang kian mengkhawatirkan.
Setelah berdialog dengan keluarga Ibunya, pada Jumat, 3 Maret 2023 Ibunda Sandy dan Preliyan kemudian dibawa ke Lampung.
Beratnya beban Sandy serta Preliyan yang membuat warganet tergugah, membuat keduanya diminta untuk tampil di salah satu stasiun televisi.
Dari penjelasan Fadli, relawan sosial yang terlibat banyak dalam proses mempersatukan ibu Narsih dengan kedua putranya kemudian diketahui sejumlah hal.
Semasa hidup, Ayah Preliyan dan Sandy diketahui menderita tumor di antara ginjal, yang menyebabkan kakinya mengalami pembengkakan dan wafat di tahun 2001.
Menghadapi kondisi Ayah serta ibu yang sakit berbarengan, Sandy terpaksa berhenti dari sekolah untuk membantu berobat, sementara ibunya dijemput keluarga di Bogor.
“Berhenti sekolah itu waktu Bapak sudah sakit parah, jadi aku berhenti gantiin Bapak kerja sambil nabung buat pengobatan,” jelas Sandy.
Kondisi Narsih yang masih dalam pengobatan karena gangguan kejiwaan membuat Sandy memilih untuk melanjutkan Paket C sambil menemani ibunya.
Berbeda dengan Sandy, Preliyan yang masih tercatat sebagai pelajar kini sudah tidak lagi diijinkan untuk berjualan.
Dalam pengakuannya ketika bertemu kembali dengan sang ibu yang terpisah selama dua tahun, Sandy tak kuat menahan tangis.
“Sedih, karena waktu di Lampung ibu masih bisa jalan, walaupun ngomongnya agak ngelantur,” ujar Sandy dikutip Ayojakarta Selasa, 14 Maret 2023 dari berbagai sumber.***(Karseno AJ)

Share this article
Terharu dengan kesedihan Liyan, warganet kemudian menunjukkan sikap empati dengan memberikan sejumlah barang untuk Liyan.