AYOJAKARTA.COM -- Pegiat media sosial Ade Armando lagi-lagi bikin publik geger dengan aksi barunya.
Kali ini bukan karena cuitan gaduhnya di sosial media, melainkan ia membongkar alasan utamanya mengapa ia bergabung dengan sebuah partai.
Baru-baru ini Ade Armando diketahui telah bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Ade Armando mengatakan salah satu alasannya bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) karena sejalan dengan pemikiran akal sehatnya yang bakal membawa perubahan di Indonesia.
Selain itu, Ade mengaku bahwa dirinya selama lima tahun terakhir ini telah ikut serta mendukung PSI.
Menurutnya PSI memiliki banyak wajah anak muda yang penuh kejujuran, integritas, kebersihan, keberanian, dan walaupun mungkin juga ada kenaifan.
Baca Juga: Tindakan Daniel Mananta Buat Ade Armando Geleng Kepala, Ustadz Abdul Somad sampai Disebut Begini
"Saya melihat bukan saja kemudaan, tetapi kejujuran, integritas kebersihan, keberanian, dan walaupun mungkin juga ada kenaifan, " kata Ade.
Tak hanya itu saja, Ade juga mengungkapkan bahwa ada dua isu besar yang dihadapi Indonesia dan dapat dilawan melalui partai politik dan DPR, yakni korupsi dan intoleransi.
Maka dari itu ia memutuskan untuk terjun dalam politik dibawah naungan PSI. Ia juga mengklaim tak percaya dengan teori yang menyebutkan struktur yang menentukan manusia.
"Banyak yang mencibir, bagaimana mungkin DPR memerangi korupsi karena DPR sendiri adalah sarang koruptor? Saya memahami skeptisisme itu, karena dari apa yang saya tahu, ada beragam praktik perampokan uang rakyat terjadi di sana," jelasnya.
Kemudian Ade menjelaskan bahwa selama empat tahun terakhir ini, PSI telah konsisten dalam memperjuangkan nilai-nilai yang selama ini dianggap penting. Oleh karena itu ia mantap untuk gabung dengan PSI.
"PSI saya pilih karena PSI adalah pilihan yang paling sejalan dengan akal sehat saya," kata Ade yang dikutip ayojakarta.com dalam tayangan Cokro TV.
Selanjutnya Ade melihat kalau PSI konsisten dalam membongkar kasus lem aibon, skandal Formula E, menolak kenaikan gaji yang menurut PSI pembelian gorden yang tidak masuk akal, dan isu dugaan korupsi lainnya.
"Karena kengototan sikap mereka, mereka dimusuhi fraksi-fraksi lain. Sekarang PSI lah yang mendukung Presiden soal RUU perampasan Aset, dan transaksi janggal Rp349 triliun," ungkap Ade lebih lanjut.
Disamping itu, Ade juga menilai sikap PSI soal intoleransi sudah teruji. Sebab PSI terus menyuarakan protes secara terbuka terhadap pelarangan dan penyegelan rumah ibadah, teror terhadap umat yang sedang beribadah, dan menjalankan keyakinannya sesuai agama yang dianut.
"Jadi buat saya, PSI adalah satu-satunya partai yang bisa saya harapkan memerangi korupsi dan intoleransi, " kata Ade dengan lantang.***(Cita Aryani. M)

Share this article
Kali ini bukan karena cuitan gaduhnya di sosial media, melainkan ia membongkar alasan utamanya mengapa ia bergabung dengan sebuah partai.