AYOJAKARTA.COM -- Raut wajah Presiden Joko Widodo disorot usai PDI-Perjuangan meresmikan Ganjar Pranowo diusung dalam panggung Pilpres 2024.
Seorang pengamat politik, M Qoadri menyebut pengumuman Ganjar Pranowo sebagai bakal Capres di Pilpres 2024 adalah mendadak dan mengejutkan.
Hal itu dinilai mengejutkan lantaran diumumkannya Ganjar sebagai bakal Capres bersamaan dengan momen Hari Raya Idul Fitri 1444 H.
"Kesan saya bahwa memang proses pada hari ini mendadak kemudian agak diluar jadwal atau perencanaan," ujar M Qoadri, dikutip dari kanal YouTube tvOneNews, Sabtu, 22 April 2022.
Usai mengumumkannya Ganjar Pranowo sebagai sosok yang diusung PDI-Perjuangan menjadi bakal Capres 2024 mengantikan Jokowi, raut wajah mantan Gubernur Dki Jakarta itu dinilai tak biasa.
"Pak Jokowi itu kan terakhir memang enggak begitu Happy dengan mas Ganjar ya, dengan pernyataan mas Ganjar yang menyatakan menolak Israel dan berakibat pada batalnya Piala Dunia U-20," ujarnya.
Ketidaksenangan Jokowi itu dinilai M Qoadri sebagai bentuk kekecewaan terhadap Ganjar pada momen sebelumnya terkait pernyataannya di Piala Dunia U 20 yang berujung batal.
"Tetapi secara kebatinan kalau kita lihat pernyataan-pernyataan Pak Jokowi di berbagai forum, ya ketika misalnya beliau mengatakan ini capek ngurus Piala Dunia 2 Minggu, saya bandingkan dengan Pak Jokowi mengurus covid 2 tahun, 3 tahun, enggak pernah sampai ngurus Piala Dunia 2 Minggu kok capek gitu," kata dia.
"Jadi kalau sampai keluar pernyataan demikian, hemat saya itu ada sesuatu yang katakanlah memang sangat mengecewakan," Sambungnya.
M Qoadri menilai bahawa suasana hati Presiden Jokowi ini sedang tidak baik-baik saja terhadap Ganjar Pranowo.
Baca Juga: Amien Rais Pilih Prabowo daripada Ganjar di Pilpres 2024, Alasannya karena Jokowi
"Karena itu suasana kebatinan Pak Jokowi menurut saya dengan mas Ganjar ini belum pulih-pulih amat gitu loh," papar Qoadri.
Lebih lanjut Qoadri menyampaikan akan bebeda apabila perasaan Jokowi pulih terlebih dahulu dengan rasa tidak nyamannya kepada Ganjar Pranowo.
"Barangkali dengan dipercepat ini ketika perasaan beliau itu belum pulih sepenuhnya, rasa nyaman yang dulu pernah ada begitu itu pada hari ini belum tercipta kembali," ungkap Qoadri.
Qoadri mengatakan akan berbeda apabila deklarasi Ganjar Pranowo sebagai bakal Capres 2024 setelah Jokowi menetralisir secara psikologinya di beberapa bulan kedepan.
"Barangkali kalau deklarasinya pada bulan Mei atau bulan Juni udah 2, 3 bulan gitu ya lalu sudah ada peristiwa-peristiwa yang lain lebih menetralisir barangkali secara psikologi lebih mudah buat Pak Jokowi." paparnaya.***(Christy Ayu Saputri)

Share this article
Raut wajah Presiden Joko Widodo disorot usai PDI-Perjuangan meresmikan Ganjar Pranowo diusung dalam panggung Pilpres 2024.