AYOJAKARTA.COM -- Pemudik asal Lampung tujuan Jakarta mengamuk setelah tidak tahan mengantri selama 4 jam untuk masuk ke kapal di Pelabuhan Bakauheni Lampung, pada Senin sore, 24 April 2023.
Diketahui, kemarahan pemudik itu disebabkan ada yang memotong antrean kendaraan para pemudik lainnya yang akan naik ke atas kapal.
Para pemudik itu marah dan kesal karena ada sejumlah rombongan mobil BPTD yang dikawal kendaraan motor menyerobot antrean.
Adapun rombongan tersebut adalah pejabat dari Perhubungan Darat yang dikawal oleh kendaraan roda dua.
Melihat ketidakadilan tersebut, beberapa pemudik lantas menyampaikan kekesalan kepada petugas BPTD dan dilerai oleh petugas kepolisian yang sedang bertugas yang mengatur arus lalu lintas.
"Itu jelas-jelas motong pak, ini kalau mau ngomong didepan kamera, itu ada yang motong, jelas-jelas ada oknum, kok bisa begitu pak? kita antre 4 jam loh," ungkap pemudik kepada petugas, dikutip dari kanal YouTube Kompas TV, Rabu, 26 April 2023.
Baca Juga: Viral! Pengemis Kepergok Santai Sambil Menghitung Uang Hasil Ngemis, Sukses Kumpulkan Duit Segepok!
Sementara itu, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah VI Bengkulu dan Lampung yaitu bahar menolak memberikan tanggapan perihal permasalahan tersebut.
Melihat adanya insiden tersebut, warganet pun lantas ikut merasa geram dan banyak yang berkomentar pedas atas ketidak adilan yang terjadi.
Baca Juga: Momen Kocak Bikin Video Ucapan Selamat Lebaran Gagal, Gara-gara Sang Nenek Santuy Ucapkan Ini
"Waktunya rakyat melawan para pejabat yg arogan...Jangan takut..Kita yg gaji mereka," ujar salah satu warganet.
"Kalau Oknum Pejabat dan Oknum Petugas memang menyerobot antrian masyarakat spt itu, seharusnya malu dan tahu diri, mulailah belajar mengantri spt masyarakat biasa juga...sungguh indah apabila pejabat bisa mengalah dan mendahulukan antrian bagi masyarakat yg sdh lama mengantri...ayolah Bpk2 Oknum Pejabat kejarlah Pahala utk Akhirat," kata salah satu warganet lagi.***(Christy Ayu Saputri)

Share this article
Para pemudik itu marah dan kesal karena ada sejumlah rombongan mobil BPTD yang dikawal kendaraan motor menyerobot antrean.