AYOJAKARTA.COM – Kisah viral seorang ASN Pangandaran yang lakukan pelaporan bahwa adanya pungli di lingkungan ASN justru membuat dirinya menjadi bulan-bulanan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pangandaran.
Bermula dari ASN Pangandaran yang bertugas menjadi guru menyadari bahwa ia diminta bayaran untuk acara Latihan Dasar (Latsar) yang padahal sudah dibiayai negara, ia pun menilai ini merupakan pungli.
Bahwa pungli yang terjadi diwajibkan kepada semua ASN Pangandaran peserta Latsar tanpa terkecuali termasuk yang tidak bisa mengikuti Latsar tersebut.
Karena sudah menemui beberapa kali penagihan uang yang menurutnya tidak jelas kegunaannya, maka ASN Pangandaran yang bernama Husein Ali Rafsanjani ini memutuskan untuk melaporkan dugaan pungli ke lapor.go.id.
Dilansir AyoJakarta.com dari akun Instagram @husein_ar (10/5/2023), Husein mengungkapkan bahwa dirinya mendapatkan intimidasi setelah melapor.
Husein memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai ASN karena merasa tidak menghadapi intimidasi dari sejumlah pihak.
Kepala BKPSDM menyampaikan bahwa Husein sebenarnya tidak menginginkan menjadi PNS, ia hanya menuruti kemauan ibunya.
Baca Juga: Pengumuman! Kartu Prakerja Gelombang 52 SudahDibuka, Ayo Segera Daftar dengan Cara Berikut
Diduga hal tersebut disampaikan untuk menutupi alasan sebenarnya kenapa Husein mengundurkan diri dari ASN.
Terbaru, Kepala BKPSDM menuding bahwa Husein memiliki masalah kejiwaan
“Dia tidak layak lulus jadi PNS karena waktu tes kesehatan jiwa itu dia tidak lulus. Berarti kan secara kejiwaan dia tidak layak ya,” kata Kepala BKPSDM.
Menanggapi hal tersebut, Husein mengaku sudah lelah mendapat berbagai intimidasi. Husein menyampaikan apa yang ia rasakan ini sambil menangis.
Sebagai seorang guru, Husein menyampaikan bahwa dirinya hanya ingin mengajar lagi. Ia merasa lelah ketika mendapat banyak tekanan karena berusaha jujur dan melaporkan adanya pungli.
Baca Juga: Pelempar Batu di JPO Tol Sawangan-Antasari Diduga Anak Kecil, Netizen: Ortunya Harus Tanggung Jawab!
Sambil menahan air mata, Husein mengatakan bahwa ia ingin semua ini selesai. Ia tidak peduli bahwa ada pihak-pihak yang menuding bahwa ia memiliki masalah kejiwaan.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Husein, saya cuma mau bilang saya cape. Saya cuma pengin mengajar Pak, saya guru saya cuma pengin ngajar, itu aja Pak,” kata Husein.
Bapak mau bilang saya tidak layak, Bapak mau bilang saya tidak sehat secara jiwa, terserah. Kalau itu bisa bikin semua ini selesai, saya iyain semua Pak, terimakasih,” lanjutnya.
Kasus ini menyita perhatian publik karena masyarakat menilai sungguh ironis ketika seorang ASN ingin melakukan tindakan yang benar justru mendapat banyak gangguan.***

Share this article
Kisah viral seorang ASN Pangandaran yang lakukan pelaporan bahwa adanya pungli di lingkungan ASN justru disebut gangguan jiwa