AYOJAKARTA.COM - Bagi masyarakat perkotaan, kuliner Cikibul atau chiki ngebul bukanlah sesuatu yang baru.
Selain varian rasa, kuliner Cikibul memiliki daya tarik tersendiri bagi peminatnya karena ada sensasi berasap saat menikmatinya.
Hampir seluruh jenis kuliner Cikibul menggunakan nitrogen cair sebagai salah satu syarat adanya sensasi asap.
Nitrogen cair sendiri adalah nitrogen dalam wujud cair bersuhu sangat rendah, yang memiliki titik didih pada suhu -196 derajat celcius.
Nitrogen cair atau liquid nitrogen yang disingkat LN dipergunakan untuk mengeraskan es krim tanpa harus dimasukkan kedalam mesin pendingin.
Nitrogen dibuat menjadi cair pada 15 April 1883, dan pada tahun 1890 nitrogen sudah digunakan dalam bidang kuliner.
Meski penggunaan nitrogen terlihat sederhana, penggunaan nitrogen tetaplah harus dengan cara khusus yang tidak sembarangan.
Sebab, zat kimia ini tidak diperbolehkan menyentuh kulit ataupun disimpan dalam satu tempat yang tertutup.
Sehubungan dengan penggunaan nitrogen cair, Dr. Alex Valavanis dari University of Lead pernah memberikan keterangan.
“Jika setetes nitrogen cair jatuh di jari, cairan ini tidak akan membuat luka, tetapi jika jari dimasukkan ke nitrogen, maka jari Anda akan mengeras seperti batu,”
Suhu dingin yang ekstrim dari cairan ini akan membuat kerusakan secara lokal pada kulit ataupun jaringan lain, seperti sewaktu kulit tersiram air panas.
Nitrogen cair yang sedang menguap atau terlihat berasap juga akan mempengaruhi konsentrasi oksigen yang ada di udara.
Hal ini bisa menyebabkan sesak nafas tanpa adanya gejala khusus, terlebih jika berada di dalam ruangan yang tertutup.
Karena sifatnya yang tidak berwarna, berbau dan berasa, maka menjadikan kuliner yang tercampur nitrogen seakan-akan tidak memiliki ancaman.
Baca Juga: Waduh! Kemenkes Terima Laporan KLB Siswa SD Keracunan Chiki Ngebul di Jawa Barat, Begini Kata Dokter
Namun akibatnya akan menjadi fatal jika nitrogen yang belum sepenuhnya menguap sampai tertelan ke dalam mulut.
Kejadian ini pernah dialami seorang remaja di Inggris yang harus dilarikan ke rumah sakit setelah menikmati cocktail yang mengandung nitrogen cair.
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter, diketahui bahwa lambung remaja tersebut mengalami kebocoran.
Hal tidak jauh berbeda juga pernah dialami sejumlah pelajar SDN Ciawang 2, Tasikmalaya yang mengalami keracunan.
Para pelajar mengalami keracunan setelah menikmati Cikibul, sementara seorang anak di Ponorogo, Jawa Timur mengalami luka bakar di wajah dan tangan.
Sehubungan dengan kontroversi kuliner dengan nitrogen cair seperti Cikibul, Professor Peter Barham dari School of Physics University meyakinkan.
“Penggunaan nitrogen cair dalam makanan, aman selama mengikuti peraturan keselamatan,” ***

Share this article
Hampir seluruh jenis kuliner Cikibul menggunakan nitrogen cair sebagai salah satu syarat adanya sensasi asap.