AYOJAKARTA.COM - Pau Cubarsi kini menjadi nama yang paling dibicarakan menjelang final Piala Dunia 2026.
Bek muda berbakat ini akan menjadi tembok pertahanan Spanyol saat menghadapi Argentina di New York. Banyak pengamat menyebutnya sebagai senjata rahasia yang tidak terduga.
Awalnya, keputusan pelatih Luis de la Fuente sempat menuai kritik tajam.
Media menyayangkan keputusan pelatih yang tidak membawa bek tangguh seperti Dean Huijsen dan Robin le Normand.
Lini belakang Spanyol sempat dianggap biasa saja dan diragukan kekuatannya. Namun, Luis De la Fuente tetap teguh pada pilihannya untuk menduetkan Aymeric Laporte dengan Pau Cubarsi.
Keputusan berani tersebut terbukti sangat tepat. Cubarsi yang baru berusia 19 tahun tampil luar biasa di jantung pertahanan.
Pada laga semifinal Piala Dunia 2026, ia berhasil membantu Spanyol mengalahkan Prancis dengan skor 2-0.
Cubarsi bahkan mampu meredam pergerakan Kylian Mbappe sepanjang pertandingan. Penampilannya yang sangat disiplin membuat lini serang Prancis menjadi tidak berdaya.
Kualitas permainan Cubarsi mengundang pujian dari para legenda sepak bola dunia.
Legenda bek Spanyol, Fernando Hierro, memberikan apresiasi tinggi atas ketenangannya.
Selain itu, mantan bek legendaris Italia, Marco Materazzi, juga merasa kagum.
Materazzi menyebut sangat sulit dipercaya pemain yang usianya belum mencapai 20 tahun sudah bisa menjaga pertahanan tim besar sekelas Spanyol.
Pujian lain datang dari Carlos Marchena, bek Spanyol yang menjuarai Piala Dunia 2010.
Marchena menyoroti kemampuan Cubarsi dalam melepaskan umpan-umpan akurat.
Menurutnya, Cubarsi memiliki visi bermain yang sangat hebat untuk seorang bek tengah.
"Dia bisa melihat umpan seperti tidak ada orang lain. Bek tengah ini benar-benar hebat," Carlos Marchena, dilansir dari Marca.
Karier Cubarsi memang melesat sangat cepat sejak debut di Barcelona pada awal 2024.
Bagi publik Indonesia, sosok Cubarsi tentu sudah tidak asing lagi. Tiga tahun yang lalu, ia merupakan bek utama Spanyol di Piala Dunia U-17 2023 yang digelar di Indonesia.
Ia pernah merasakan atmosfer bertanding di Stadion Manahan, Solo, hingga Jakarta International Stadium (JIS).
Transformasinya dari pemain remaja di JIS menjadi bintang utama di final Piala Dunia senior sangatlah luar biasa.
Kini, Cubarsi siap mengawal pergerakan Lionel Messi di partai puncak. Ia merasa sangat bangga bisa membantu De la Fuente membungkam kritik publik.
"Hari-hari yang sangat istimewa akan datang. Kami akan pergi ke New York. Mimpi itu masih hidup dan kami sangat menantikan pertandingan tersebut," kata Cubarsi dikutip dari Marca.
Bersama mentor seniornya, Aymeric Laporte, Cubarsi siap menjaga mimpi Spanyol tetap hidup.
Fokusnya saat ini adalah memberikan yang terbaik di New York New Jersey Stadium.***
Share this article
Bek Spanyol 19 tahun, Pau Cubarsi, jadi sorotan jelang final Piala Dunia 2026 kontra Argentina. Eks pilar Piala Dunia U-17 di Indonesia ini banjir pujian usai sukses meredam Mbappe di semifinal.