Ada Aturan Baru Tahun 2024, Ini 6 Tips Agar Pengajuan KUR BRI Bisa ACC oleh Pihak Bank

KUR BRI
KUR BRI

AYOJAKARTA.COM - BRI melakukan perubahan signifikan dalam aturan dan sistem KUR BRI tahun 2024.

Misalnya mulai tahun 2024, pengajuan KUR harus sesuai dengan wilayah kerja BRI di tempatmu tinggal.

Hal ini penting bagi calon debitur KUR agar pengajuan KUR bisa ACC oleh pihak bank.

Dikutip ayojakarta.com dari YouTube ENR Project Review pada Sabtu (9/3/2024), sedikitnya ada enam tips agar pengajuan bisa ACC pihak bank.

Baca Juga: Loker BUMN 2024: BNI Life Buka Lowongan Kerja untuk Semua Jurusan Kuliah, Usia 35 Tahun Bisa Melamar

Pertama, untuk pengajuan KUR Super Mikro atau KUR khusus nasabah baru dengan plafon sampai dengan Rp10 juta di BRI belum bisa disalurkan.

Hal ini terjadi karena tingkat NPL atau Non Performing Loan alias kredit macetnya mencapai lebih dari 5 persen secara nasional.

Maka, jika kamu memang layak menerima KUR harus mengambil KUR Mikro dengan plafon minimal di atas Rp10 juta.

Misalnya Rp11 juta dengan jangka waktu maksimal dua atau tiga tahun.

Baca Juga: 6 Jurusan Kuliah Bidang IT yang Jadi Incaran Perusahaan BUMN, Tak Cuma Teknik Informatika

Tips kedua, memiliki rekening tabungan di BRI.

Jika ingin mengajukan pinjaman ke BRI baik itu KUR atau Kupedes, maka harus mempunyai tabungan atau rekening BRI terlebih dahulu.

Pergunakan rekening itu untuk menyimpan hasil usaha untuk menabung dan bertransaksi sehingga nantinya pihak marketing atau mantri BRI bisa lebih yakin dengan analisa usaha debitur karena terekam jelas pada histori transaksi tabungan di BRI.

Tips ketiga, melunasi pinjaman konsumtif.

Baca Juga: Bansos BPNT Februari-Maret 2024 Positif Cair di 4 Bank Himbara, Kini Status Pencairan di SIKS-NG Khusus PT Pos Indonesia Sudah Berubah

Apabila memiliki kredit modal kerja atau investasi umum di bank atau lembaga lain, maka tidak bisa menerima KUR tahun 2024 ini.

Tapi jika memiliki pinjaman konsumtif di bank atau lembaga lain, maka harus lebih dulu melunasi cicilan tersebut.

Kenapa harus dilunasi, karena cicilan tersebut akan dianggap mengurangi repayment capacity atau kemampuan bayar calon debitur.

Tips keempat, penggunaan pinjaman harus sesuai ketentuan mantri.

Baca Juga: Apa Itu Fobia? Kenali Perasaan Takut yang Tidak Rasional, Simak Jenis dan Gejala yang Ditimbulkannya Berikut

Mantri akan menanyakan perihal penggunaan kredit yang diajukan atau dengan kata lain KUR itu akan digunakan untuk apa.

Berdasarkan konsen atau fokus BRI pada KUR BRI tahun 2024, mengenai penggunaan kredit KUR harus benar-benar digunakan untuk modal kerja serta investasi usaha.

Hindari penggunaannya untuk keperluan konsumtif seperti pembelian tanah, biaya sekolah dan pembelian kendaraan bukan untuk meningkatkan hasil usaha.

Intinya pengajuan pinjaman KUR ini penggunaannya harus atau wajib untuk modal usaha atau investasi usaha yang dapat mengembangkan atau memajukan UMKM.

Baca Juga: Sudah Disurvei dan Tanda Tangan Akad Tapi Pinjaman Belum Cair? Pahami Dulu Sistem dan Aturan Baru KUR BRI 2024, Apa Saja?

Tips kelima, solusi bila limit KUR habis.

Limit akumulasi plafon KUR untuk usaha non produksi yang pertama kali menerima KUR pada tahun 2019 ke bawah adalah sebesar Rp100 juta dari awal menerima KUR.

Untuk nasabah non produksi yang pertama kali menerima KUR tahun 2020 sampai dengan sekarang, limit akumulasi atau total plafonnya adalah Rp200 juta.

Lalu bagaimana jika limitnya sudah habis?

Baca Juga: Peluang Besar Bagi Calon Nasabah Baru yang Ingin Usahanya Maju, Inilah Aturan Terbaru KUR BRI

Jika limitnya habis, maka debitur harus naik kelas ke pinjaman Kupedes atau Kuprak karena sistem akan menolak pengajuan KUR.

Hal ini terjadi bukan karena kemauan mantri, tapi aturan pusat dan sistemnya memang seperti itu.

Lalu bagaimana jika tetap ingin mendapatkan KUR?

Kamu bisa menggunakan nama pasangan untuk maju menggunakan atau mengajukan KUR BRI tahun 2024 dengan syarat pinjaman KUR sebelumnya harus dilunasi terlebih dahulu.

Baca Juga: INFO TERBARU! Ini Sistem dan Aturan Terbaru KUR 2024 di Bank BRI, Jangan sampai Pengajuan Kamu Ditolak!

Jika ingin peluang ACC-nya lebih besar maka pasangan harus memiliki UMKM produktif yang berjalan minimal enam bulan.

Tips keenam, solusi Sistem Informasi Kredit Program atau SIKP tidak update.

Banyak sekali debitur KUR yang sudah melunasi dan melalui semua proses pengajuan ulang bahkan sampai tanda tangan akad kredit tapi belum menerima uang pencairan KUR BRI 2024.

Solusinya adalah tunggu SIKP update dengan waktu yang tidak bisa diestimasi kapan.

Baca Juga: Apakah Ada Aturan Baru? Ini Syarat Lengkap Pengambilan KUR Supermikro dan KUR Mikro 2024 di Bank BRI

Bisa juga debitur naik kelas ke pinjaman Kupedes atau Kuprak.

Solusi lain yang sebenarnya tidak terlalu dianjurkan adalah balik nama pasangan atau coba pengajuan ke bank lain menggunakan nama pasangan.

Namun keputusan acc atau tidaknya ada pada keputusan mantri, kepala unit dan manajer BRI.

Itulah enam tips agar pengajuan bisa ACC pihak bank.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# KUR
# BRI
# 2024
# Aturan
# UMKM
# tips

News Update

News

Resmi Dilantik Prabowo, Mantan Wamentan Sudaryono Jadi Kepala Badan Gizi Nasional: Janji Benahi MBG

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Metropolitan

Waspada! Muka Tanah Jakarta Turun 4 Sentimeter per Tahun, Kawasan Muara Baru Jadi yang Terdalam...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah masih menjadi tantangan lingkungan yang sangat serius bagi ibu kota.

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.