AYOJAKARTA.COM – Apakah kamu memiliki rasa takut tidak rasional terhadap sebuah objek? Jika jawabannya iya, mungkin kamu mengalami sebuah gangguan kecemasan yang bernama fobia.
Fobia merupakan suatu kondisi rasa takut yang dihadapi seseorang secara terus menerus, berlebihan, dan tidak realistis terhadap suatu objek, orang, hewan, aktivitas, atau terhadap suatu situasi tertentu.
Fobia termasuk ke dalam gangguan kecemasan. Seseorang dengan fobia biasanya akan berusaha menghindari hal-hal yang memicu rasa takut, atau menanggungnya dengan penuh kecemasan atau kesedihan.
Beberapa fobia sangat spesifik dan terbatas. Misalnya, seseorang mungkin hanya takut pada laba-laba (arachnofobia) atau kucing (ailurofobia).
Pada kasus ini, orang tersebut bisa terbebas dari fobia hanya dengan menghindari hal yang ditakutinya.
Namun, beberapa jenis fobia lainnya menyebabkan masalah di berbagai tempat atau situasi yang lebih luas.
Sebagai contoh, gejala akrofobia (takut ketinggian) dapat dipicu dengan melihat ke luar jendela gedung perkantoran atau dengan mengemudi di atas jembatan yang tinggi.
Ketakutan ruang sempit atau klaustrofobia dapat dipicu dengan memasuki lift atau dengan menggunakan toilet kecil.
Orang yang menderita fobia jenis ini mungkin perlu mengubah pola hidup mereka secara drastis.
Pada kasus yang lebih ekstrem, fobia jenis ini dapat menentukan pekerjaan, lokasi pekerjaan, rute mengemudi, kegiatan rekreasi dan sosial, atau lingkungan rumah.
3 Jenis Fobia
1. Fobia Spesifik (Fobia Sederhana)
Fobia spesifik ini merupakan jenis fobia paling umum. Orang mungkin takut pada hewan tertentu (anjing, kucing, laba-laba, ular), orang (badut, dokter), lingkungan (tempat gelap, badai petir, tempat yang tinggi), atau situasi (naik pesawat, naik kereta, atau berada di ruangan tertutup).
Kondisi-kondisi ini setidaknya sebagian bersifat genetik dan sepertinya menurun dalam keluarga.
2. Fobia Sosial (Gangguan Kecemasan Sosial)
Orang yang menderita fobia sosial takut akan situasi di mana mungkin dipermalukan, atau dihakimi oleh orang lain.
Mereka menjadi sangat cemas ketika orang tidak dikenal terlibat. Ketakutan ini mungkin terbatas pada penampilan, seperti memberikan ceramah, konser, atau presentasi bisnis. Atau mungkin lebih umum, sehingga penderita fobia sosial menghindari banyak situasi sosial, seperti makan di tempat umum atau menggunakan toilet umum.
Fobia sosial kemungkinan menurun dari keluarga. Orang pemalu atau penyendiri saat masih kecil, atau yang memiliki riwayat pengalaman sosial yang tidak menyenangkan atau negatif di masa kecil, tampaknya lebih mungkin mengembangkan gangguan ini.
3. Agorafobia
Agorafobia merupakan ketakutan di tempat umum, di mana akan sulit atau memalukan secara tiba-tiba.
Seseorang dengan agorafobia dapat menghindari pergi ke bioskop atau konser, atau bepergian dengan bus atau kereta api.
Banyak orang dengan agorafobia juga memiliki gejala panik atau gangguan panik. Gangguan ini melibatkan rasa takut yang hebat ditambah gejala fisik yang tidak nyaman, seperti gemetar, jantung berdebar-debar, dan berkeringat.
Fobia pada masa anak-anak paling sering terjadi pada usia 5 dan 9 tahun, dan cenderung berlangsung singkat.
Sebagian besar fobia yang bertahan lama dimulai kemudian hari, terutama pada orang yang berusia 20-an.
Baca Juga: PKS: Kalau Dana BOS Dipakai Makan Siang Gratis, Terus Guru Honorer Mau Digaji Pakai Apa?
Fobia orang dewasa cenderung bertahan selama bertahun-tahun, dan kecil kemungkinannya untuk hilang dengan sendirinya, kecuali jika diobati.
Fobia dapat meningkatkan resiko orang dewasa terhadap jenis penyakit kejiwaan lainnya, terutama gangguan kecemasan, depresi, dan penyalahgunaan zat-zat terlarang.
Gejala-gejala Fobia
Beberapa gejala yang menunjukkan gangguan kejiawaan, diantaranya mencakup;
- Perasaan takut atau cemas yang berlebihan, tidak masuk akal, dan terus-menerus yang dipicu oleh objek, aktivitas, atau situasi tertentu.
- Perasaan tidak rasional atau tidak proporsional dengan ancaman yang sebenarnya. Sebagai contoh, meskipun setiap orang mungkin takut pada anjing yang tidak terkendali dan mengancam, kebanyakan orang tidak akan melarikan diri dari hewan yang tenang dan tidak berisik dengan menggunakan tali.
Baca Juga: Kamu Harus Tahu! Ini 10 Lulusan dengan Gaji Tertinggi dari Jurusan Kuliah di ITB
- Menghindari objek, aktivitas, atau situasi yang memicu fobia. Karena orang yang memiliki fobia menyadari bahwa ketakutan mereka dibesar-besarkan, mereka sering kali merasa malu atau canggung dengan gejala-gejala yang mereka alami. Untuk mencegah gejala kecemasan atau rasa malu, mereka menghindari pemicu fobia.
- Gejala-gejala fisik yang berhubungan dengan kecemasan. Ini dapat berupa tremor, jantung berdebar, berkeringat, sesak nafas, pusing, mual, atau gejala lain yang mencerminkan respons "melawan atau lari" tubuh terhadap bahaya. (Gejala-gejala seperti ini dapat mengarah pada diagnosis gangguan panik).
Setelah membaca artikel ini, apakah kamu merasa ada yang salah dengan rasa takut yang kamu miliki?
Jangan lupa, perhatikan orang-orang di sekitarmu, karena penyakit kejiwaan akan mudah tertangani dengan bantuan orang-orang terdekatnya dan juga bantuan medis.***
Share this article
Fobia merupakan suatu gangguan kejiwaan yang dapat menimbulkan rasa takut yang tidak rasional. Kenali jenis-jenis dan gejalanya berikut.