Sudah Dimulai! Pencairan Gelombang 2 PKH dan BPNT 2025: Pahami Perbedaan Termin dan Tahapnya

Pemerintah telah mulai mencairkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk gelombang kedua tahun 2025.
Pemerintah telah mulai mencairkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk gelombang kedua tahun 2025.

AYOJAKARTA.COM - Pemerintah telah mulai mencairkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk gelombang kedua tahun 2025.

Perlu dipahami bahwa istilah "gelombang kedua" yang saat ini tengah ramai dibicarakan sebenarnya merujuk pada termin kedua pencairan, bukan tahap kedua.

Pencairan bantuan sosial PKH dan BPNT di tahun 2025 dilaksanakan secara triwulan, dengan tahap pertama meliputi alokasi bulan Januari, Februari, dan Maret.

Baca Juga: 3 Jalur Utama Terputus! Banjir Sukabumi Capai 2 Meter: 18 Kecamatan Terendam, 1 Tewas dan 7 Warga Hilang

Tahap pertama ini sendiri dibagi menjadi beberapa termin atau gelombang pencairan.

Gelombang pertama telah disalurkan sebelum bulan puasa hingga awal bulan puasa, sementara gelombang kedua baru dimulai sejak tanggal 4 Maret 2025.

Bank Mandiri sebagai salah satu bank penyalur telah terpantau mulai mencairkan saldo bantuan PKH.

Bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang belum menerima bantuan pada gelombang pertama, masih ada kesempatan untuk menerima pencairan hingga akhir Maret 2025.

Asalkan masih memenuhi persyaratan dan tercantum dalam data SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana) tahap pertama.

Tahap kedua sendiri baru akan mencakup alokasi bulan April, Mei, dan Juni, yang pencairannya masih menunggu finalisasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional setelah proses ground check oleh para pendamping sosial PKH di seluruh Indonesia.

Informasi penting lainnya adalah adanya bantuan sosial yang secara resmi tidak akan lagi dicairkan pada tahun 2025.

Baca Juga: Berkah Ramadan: Pencairan Bansos PKH dan BPNT Gelombang 2 Dipercepat, Mulai Senin 10 Maret 2025

Beberapa program bantuan yang telah dihentikan pencairannya antara lain Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) untuk pelaku UMKM.

Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi karyawan dengan gaji di bawah Rp3 juta, serta program Kartu Prakerja.

Sayangnya, masih banyak oknum tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat awam dengan menjanjikan akses terhadap bantuan-bantuan tersebut dengan meminta imbalan atau upah.

Masyarakat diingatkan untuk selalu waspada terhadap penipuan semacam ini.

Bahkan untuk bantuan yang masih aktif seperti PKH dan BPNT, jika ada pihak yang meminta bayaran untuk memproses pengajuan, hal tersebut jelas merupakan penipuan.

Saat ini, masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi Cek Bansos untuk mengusulkan dirinya sendiri atau orang lain yang dianggap layak menerima bantuan.

Alternatif lainnya adalah melalui musyawarah desa dengan perantara pemerintah desa atau kelurahan setempat tanpa dipungut biaya apapun.

Baca Juga: Harga Rp1,9 Jutaan! Spesifikasi Samsung Galaxy A06 yang Punya RAM 12 GB dan Penyimpanan Luas, Berminat?

Hasil survei Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) juga menjadi faktor penentu kelayakan penerima bantuan PKH dan BPNT di tahap kedua tahun 2025.

Berdasarkan survei tersebut, KPM yang terdeteksi memiliki rumah dengan daya listrik 2.200 volt atau lebih tinggi dipastikan tidak akan menerima pencairan bantuan di tahap kedua tahun 2025.

Hal ini telah terbukti pada tahap pertama tahun 2025, di mana KPM dengan kriteria tersebut tidak menerima bantuan.

Dalam proses survei DTKS. Petugas Badan Pusat Statistik (BPS) akan meminta ID pelanggan listrik untuk mendeteksi besaran daya listrik rumah calon penerima bantuan.

Data ini kemudian digunakan sebagai salah satu indikator untuk menentukan kelayakan seseorang menerima bantuan sosial.

KPM yang ingin mengetahui status bantuan sosialnya dapat berkoordinasi dengan operator DTKS di desa atau pendamping sosial PKH untuk memeriksa status bantuan dan alasan penghentian bantuan jika memang sudah tidak layak menerima.

Informasi ini sangat penting bagi masyarakat agar memahami mekanisme penyaluran bantuan sosial dan tidak mudah tertipu oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# gelombang 2
# KPM
# PKH
# BPNT
# pencairan

News Update

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.