AYOJAKARTA.COM - Setelah pemadanan data tunggal sosial ekonomi nasional yang rampung di awal Februari 2025, banyak KPM yang mengeluhkan bahwa bantuan BPNT atau sembako mereka tidak tersalurkan.
Diketahui, bulan Maret 2025 ini masih dalam periode penyaluran dana bantuan sosial (bansos) tahap 1.
Namun, sudah banyak KPM yang mengeluhkan bahwa bantuan mereka, terutama PKH dan BPNT yang belum tersalurkan atau cair.
Belum tersalurkannya dana bansos di tahap 1 tahun 2025 ternyata ada penyebabnya.
Baca Juga: Terungkap! Inilah Profil Ghazyendha Aditya, Anak Kapolda Kalsel yang Suka Pamer Gaya Hidup Mewah
Cek penyebab dana bansos tahap 1 berikut ini, sebagaimana dilansir ayojakarta.com dari akun TikTok @sahabatbansos.
Untuk bantuan BPNT dan sembako masih dalam proses penyaluran.
Jadi, masih ada yang prosesnya masih di belum SP2D.
Oleh karena itu, KPM bansos BPNT maupun sembako bisa menunggu sampai dua minggu ke depan untuk penyaluran.
Jika bantuannya terindikasi ter-off bagi yang sudah cek melalui aplikasi SIKS-NG, pendamping PKH, maupun melalui operator DTKS yang ada di desa atau kelurahan, itu pasti ada sebabnya.
Diketahui, sudah ada kategori KPM yang digraduasi atau ter-off dari pemadanan bansos.
Berikut adalah kategori KPM yang digraduasi atau berakhirnya kepesertaan KPM dalam program bansos.
- Memiliki gaji di atas UMR
- Memiliki BPJS Ketenagakerjaan yang sudah terindikasi oleh pemerintah
- Ada keluarga yang lolos PPPK atau ASN, dan hal lainnya yang mengindikasikan bahwa KPM sudah tidak layak lagi mendapat bansos.
Demikian adalah informasi penyebab dana bansos tahap 1 tidak tersalurkan.***

Share this article
Banyak KPM mengeluh karena dana bansos tidak segera tersalurkan, mungkin ini bisa jadi salah satu penyebabnya, apa itu?