AYOJAKARTA.COM — Berdasarkan update SIKS-NG bantuan sosial PKH tahap kedua dan BLT mitigasi risiko pangan sebesar Rp600.000 telah berhasil dicairkan.
Pencairan dilakukan baik dalam bentuk uang tunai maupun non tunai, dan tersalurkan kepada 976 keluarga penerima manfaat.
Dikutip dari kanal YouTube Naura Vlog, pada Senin, 25 Maret 2024, berdasarkan pengecekan pada SIKS-NG online, ada pergerakan bantuan sosial PKH tahap kedua dan BLT mitigasi risiko pangan.
Meskipun ada kendala dengan aplikasi SIKS-NG yang mengalami error, namun sudah terlihat progres signifikan dari tiga bank penyalur yang telah berhasil melakukan pengecekan rekening.
Tiga bank tersebut adalah Bank BRI, Bank BNI, dan Bank Mandiri, yang berada pada tahap final closing.
Untuk proses pencairan, kemungkinan besar akan mengikuti pola yang sama dengan pencairan bantuan sebelumnya, yaitu tanpa melalui SPM dan SP2D.
Setelah itu, langsung menuju ke SI dan top up dalam waktu 3 hari setelah proses pengecekan rekening.
Pencairan ini kemungkinan besar akan dilakukan secara bertahap oleh bank penyalur, dimulai dari Bank BRI, Bank BNI, hingga Bank Mandiri.
Sementara itu, BLT mitigasi risiko pangan sebesar Rp600.000 belum muncul di aplikasi SIKS-NG.
Namun, berdasarkan pengalaman sebelumnya, pencairan BLT ini kemungkinan akan dilakukan secara simbolis terlebih dahulu sebelum muncul di aplikasi, kemudian akan disalurkan melalui kartu KKS merah putih.
Selain itu, pada hari ini juga terdapat dua bansos reguler yang berhasil dicairkan, yakni bantuan sosial tunai untuk program Indonesia Pintar dan bantuan sosial non tunai berupa beras 10 kg.
Kedua bantuan ini memberikan kebahagiaan bagi 976 KPM di wilayah Ngawi, Jawa Timur.
Bagi yang telah menerima keterangan dari pihak sekolah terkait bantuan sosial tunai, segera ambil uang bantuannya untuk digunakan memenuhi kebutuhan anak-anak, seperti pembelian sepatu, tas, dan lainnya.***

Share this article
Berdasarkan update SIKS-NG bantuan sosial PKH tahap kedua dan BLT mitigasi risiko pangan sebesar Rp600.000 telah berhasil dicairkan.