AYOJAKARTA.COM - Setelah dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia yang ke-8, Prabowo Subianto memastikan berbagai program bantuan sosial tetap berjalan.
Bantuan ini terus disalurkan oleh pemerintah melalui PT Pos Indonesia secara tunai dan juga melalui perbankan secara non-tunai.
Salah satu bantuan yang tercatat dicairkan adalah bantuan pangan berupa beras 10 kg untuk alokasi bulan Oktober, yang menjadi tahap ke-11 dalam penyaluran bantuan tersebut.
Baca Juga: Spesifikasi Infinix Hot 50 Pro Plus: HP Baru dengan Chipset MediaTek Helio G100, Harganya...
Namun, tidak semua daerah mendapatkan jadwal pencairan bantuan pangan beras ini pada hari yang sama. Jadwal penyaluran antara satu daerah dengan daerah lainnya berbeda-beda, tergantung dari pihak transporter di daerah masing-masing.
Sebagai contoh, di beberapa wilayah, pencairan bantuan pangan beras ini berlangsung hingga akhir Oktober 2024. Bantuan ini menjadi kabar baik bagi keluarga penerima manfaat yang berhak atas beras 10 kg tersebut.
Selain bantuan pangan, hari ini juga tercatat adanya penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT). BLT ini diberikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) yang tergolong miskin ekstrem, penyandang disabilitas, lansia, atau yang memiliki penyakit menahun.
Penyaluran BLT di berbagai desa juga memiliki jadwal yang berbeda-beda, namun hampir setiap hari ada desa yang menyalurkan BLT ini kepada masyarakat.
Nominal BLT per bulannya adalah Rp300.000, namun ada beberapa desa yang memilih untuk merapel penyaluran hingga beberapa bulan sekaligus.
Misalnya, di Desa Rai Oi, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, hari ini dilakukan penyaluran BLT untuk 6 bulan sekaligus, dengan total nominal sebesar Rp1.800.000 per KPM. Di desa lain, ada juga yang mencairkan untuk 3 bulan sekaligus dengan nominal Rp900.000.
BLT ini merupakan bagian dari program Dana Desa yang anggarannya bersumber dari Dana Desa di masing-masing wilayah.
Baca Juga: UPGRADE TERUS! Review INFINIX HOT 50 PRO Terbaru 2024! Smartphone Terbaik Versi Lebih Murah Meriah
Setiap desa memiliki mekanisme penyaluran yang berbeda, sehingga para penerima diharapkan mengikuti alur yang sudah ditetapkan oleh pihak desa.
Sementara itu, untuk bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) untuk alokasi November dan Desember, penyalurannya masih dalam tahap persiapan.
Berdasarkan pantauan pada akun SIKS NG, komponen evaluasi dan finalisasi KPM untuk periode tersebut sudah muncul, namun nama-nama penerima bantuan untuk bulan November dan Desember masih belum ditetapkan.
Selain itu, status pencairan untuk bantuan BPNT juga masih dalam proses. Belum ada pergerakan terkait pencairan dana, baik dari SPM, SP2D, maupun pengecekan rekening.
Prediksi sementara, bantuan untuk periode November-Desember ini kemungkinan besar akan disalurkan pada pertengahan hingga akhir November 2024.
Pihak pemerintah berharap proses penyaluran bantuan ini bisa dipercepat mengingat mendekati akhir tahun 2024.
Momen ini sangat penting untuk memastikan semua bantuan sosial tersalurkan sebelum penutupan tahun anggaran. Masyarakat diharapkan tetap bersabar menunggu pencairan bantuan yang akan dilakukan secara bertahap oleh pihak terkait.
Selain itu, bagi KPM yang mengalami peralihan dari pencairan tunai melalui PT Pos ke pencairan non-tunai melalui Kartu KKS, bantuan BPNT yang diterima akan dialokasikan selama 2 bulan, sementara bantuan PKH akan dialokasikan untuk 3 bulan.
Beberapa KPM dilaporkan sudah berhasil mencairkan dana bantuan, namun masih ada yang menunggu proses lebih lanjut.
Proses distribusi kartu KKS bagi KPM yang belum menerimanya juga sedang dilakukan, dan diharapkan selesai dalam waktu dekat.
Pemerintah dan pihak bank penyalur terus berupaya mempercepat proses ini agar bantuan dapat segera dicairkan kepada seluruh keluarga penerima manfaat.***

Share this article
hari ini dilakukan penyaluran BLT untuk 6 bulan sekaligus, dengan total nominal sebesar Rp1.800.000 per KPM