AYOJAKARTA.COM - Kementerian Sosial (Kemensos) akan menggunakan data yang lebih akurat dan lengkap untuk menyalurkan bantuan sosial.
Sebelumnya Kemensos menggunakan data dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Namun, sekarang mereka akan menggunakan data tunggal terpadu yang dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Dengan data yang lebih baik ini, diharapkan bantuan sosial bisa tepat sasaran dan lebih efektif.
Tujuannya adalah untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada bantuan sosial dan memberdayakan mereka.
Selain menyalurkan bantuan, Kemensos juga ingin masyarakat bisa mandiri.
Mereka akan meningkatkan program pemberdayaan sosial agar masyarakat bisa lebih produktif dan tidak terus-menerus bergantung pada bantuan.
Dikutip dari kanal YouTube Arfan Saputra Channel, Selasa (26/11/2024) salah satu program utama Kemensos adalah Program Keluarga Harapan (PKH) yang membantu keluarga miskin.
Data tunggal terpadu ini akan menjadi acuan bagi semua pihak yang terlibat dalam program bantuan sosial.
Tidak hanya Kemensos, tetapi juga kementerian dan lembaga lain, serta pemerintah daerah akan menggunakan data ini.
Selain itu, masyarakat atau yang sering disebut "pilar sosial" juga akan dilibatkan untuk memastikan bantuan sampai ke tangan yang tepat, terutama saat terjadi bencana atau keadaan darurat.
Meskipun ada banyak manfaat dari penggunaan data tunggal terpadu, Kemensos masih menghadapi beberapa tantangan seperti memastikan bantuan tepat sasaran, bekerja sama dengan pihak lain, dan menghadapi perubahan situasi.
Namun, Kemensos tetap berkomitmen untuk memberikan perlindungan sosial yang baik bagi seluruh masyarakat Indonesia.***

Share this article
Dengan data yang lebih baik ini, diharapkan bantuan sosial (bansos) bisa tepat sasaran dan lebih efektif.