AYOJAKARTA.COM -- Rencana investasi Apple senilai Rp15,9 triliun dan membangun pabrik di Indonesia harus ditunda hingga tahun 2026.
Perusahaan Teknologi Raksasa asal Amerika Serikat (AS) ini menyatakan bahwa perusahaannya dapat merealisasikan investasinya di tahun 2025.
Padahal, sebelumnya, melalui Menteri Hilirisasi Rosan Roeslani, Apple sepakat terkait komitmen investasinya untuk penjualan iPhone 16 dan pembuatan pabrik di Indonesia yang akan dilakukan dalam waktu dekat.
Baca Juga: DPR Todong Apple! Jangan hanya Jualan, Mana Kontribusinya untuk Indonesia?
Lantas, apa yang membuat Apple maju mundur dalam memenuhi komitmen investasinya di Indonesia?
Berikut Analisa terkait alasan Apple hingga kini belum berkomitmen investasi Rp15,9 Triliun dan membangun pabrik di Indonesia yang dikutip dari Youtube Kabar Langit.
Alasan Utama Keraguan Apple
-Ketidakpastian Regulasi
Kebijakan pemerintah yang cenderung berubah-ubah sering kali menciptakan ketidakpastian bagi investor.
Apple, sebagai perusahaan global, menginginkan kepastian dalam regulasi dan kebijakan investasi sebelum melakukan komitmen besar.
-Kesiapan Infrastruktur dan Rantai Pasok
Saat ini, Indonesia baru mampu menyuplai dua dari 360 komponen yang dibutuhkan untuk memproduksi iPhone.
Hal ini menunjukkan bahwa rantai pasok lokal belum siap untuk mendukung produksi skala besar, yang menjadi pertimbangan penting bagi Apple.
Selain itu, sistem logistic dan manufaktur canggih belum memadai yang menjadi kendala Apple bangun pabrik di Indonesia.
Berdasarkan laporan Logistics performance index LPI yang dirilis oleh bank dunia, Indonesia berada di peringkat 46 dunia dalam hal kinerja logistik
Tak hanya itu, Ekonom Core Indonesia, Muhammad Faisal, menyatakan bahwa industry pendukung di Indonesia masih jauh dengan Negara Vietnam.
Baca Juga: Negosiasi Keras, Apple Akhirnya Setuju Investasi Besar di Indonesia!
Tidak heran jika Vietnam telah membangun reputasi sebagai pusat manufaktur Asia Tenggara lebih dipercaya oleh Apple.
-Kekhawatiran Terhadap Tata Kelola Sumber Daya Alam
Sebelumnya, Apple juga membatalkan rencana pembangunan pabrik pada tahun 2016 karena masalah terkait pertambangan ilegal di Indonesia.
Apple ingin memastikan bahwa bahan baku yang digunakan memenuhi standar keberlanjutan dan tata kelola yang baik.
Baca Juga: Apple Siap Gebrak Industri Indonesia dengan Investasi Rp15,9 Triliun, Ini Bocoran Lengkapnya
Kesimpulan
Rangkaian permintaan yang dianggap memberatkan, ditambah dengan kekhawatiran mengenai kesiapan infrastruktur dan tata kelola sumber daya alam, membuat Apple maju mundur terkait rencana pembangunan pabrik di Indonesia.
Pemerintah perlu mengatasi isu-isu ini untuk menarik minat investasi dari perusahaan teknologi besar seperti Apple.***

Share this article
Rencana investasi Apple senilai Rp15,9 triliun dan membangun pabrik di Indonesia harus ditunda hingga tahun 2026.