AYOJAKARTA.COM – Pencairan dana KJP Plus tahap 2 2024 kembali digulirkan kepada 523.622 peserta pada 6 Januari 2025.
Lalu, kapan pencairan dana KJP Plus digulirkan kembali untuk penerima yang sempat dibatalkan?
Pencairan dana KJP Plus yang sempat dibatalkan untuk 105.225 penerima di DKI Jakarta direncanakan akan dilakukan paling lambat akhir Januari 2025.
Jadwal pencairan tersebut sebagaimana disampaikan oleh Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, Muhammad Thamrin, yang menyatakan bahwa jika semua proses berjalan lancar, dana KJP Plus yang sempat dibatalkan akan cair pada periode 27 hingga 31 Januari 2025.
“Insya Allah, akan cair paling lambat akhir Januari,” ungkap Thamrin Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta yang dikutip dari laman dprd-dkijakartaprov.go.id, Senin, 20 Januari 2025.
Namun, bagi penerima yang sempat dibatalkan, harus melewati proses reaktivasi yang dimulai pada awal Januari 2025 untuk kembali mendapatkan dana bantuan.
Penerima yang sempat dibatalkan harus melakukan klarifikasi dan verifikasi dengan tahapan berikut.
Proses Pengaktifan KJP Plus
Baca Juga: KJP Plus Tahap 2 Dibatalkan karena Ini? Begini Cara Mengajukan Sanggahan dan Daftar Ulangnya!
1. Klarifikasi Data
Penerima yang statusnya dicabut harus mendatangi Dinas Pendidikan untuk mengklarifikasi kondisi, terutama terkait kepemilikan kendaraan roda empat atau aset dengan NJOP di atas Rp1 miliar.
Baca Juga: Hati-hati! 5 Kesalahan Fatal Ini Bisa Gagalkan Peserta Didik sebagai Penerima Bantuan KJP Plus
2. Verifikasi Ulang
Setelah klarifikasi, data akan diverifikasi ulang untuk memastikan kelayakan penerima.
Baca Juga: Bansos KJP Plus akan Dihapus Mulai Juli 2025, Tahap I Bisa Jadi Pengajuan yang Terakhir Kali?
3. Penetapan Status
Penerima yang lolos verifikasi akan dimasukkan kembali ke dalam daftar penerima KJP Plus dan akan menerima dana pada penyaluran tahap pertama tahun 2025.
Jika proses tersebut sudah rampung, dana akan dicairkan ke rekening masing-masing penerima oleh Bank DKI.***

Share this article
Pencairan dana KJP Plus yang sempat dibatalkan untuk 105.225 penerima direncanakan akan dilakukan paling lambat akhir Januari.