AYOJAKARTA.COM - Menurut informasi terkini per tanggal 24 April 2025, status penyaluran bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) untuk tahap kedua (periode April-Juni 2025) masih dalam proses persiapan dan belum disalurkan.
Meskipun acuan data penyaluran bantuan sosial PKH dan BPNT akan menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), pengecekan tetap dilakukan melalui platform SIKS-NG, baik oleh operator di tingkat desa, supervisor Dinas Sosial kabupaten/kota, maupun pendamping sosial.
Status periode penyaluran yang tercatat pada sistem SIKS-NG masih menunjukkan periode tahap pertama (Januari-Februari-Maret 2025), belum terupdate ke tahap kedua.
Hal ini karena proses survei dan groundcheck DTSEN baru saja selesai, dan saat ini masih dalam tahap rekapitulasi dan finalisasi data hasil groundcheck yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Proses persiapan penyaluran seperti data final closing, evaluasi komponen, pengecekan rekening, hingga Surat Perintah Membayar (SPM) dan Surat Instruksi belum dilaksanakan.
Oleh karena itu, para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) disarankan untuk tidak terlalu sering mengecek kartu Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di mesin ATM atau agen bank untuk menghindari kerusakan kartu.
Terkait bantuan pangan beras 10 kg, Badan Pangan Nasional menyatakan bahwa bantuan tersebut akan disalurkan ketika harga beras di pasaran melonjak.
Baca Juga: Membesarkan Harapan Pendidikan dari Lapak Pakaian hingga Madrasah Kecil di Sudut Karawang
Cadangan Beras Pemerintah (CBP) saat ini mencapai 3,3 juta ton dan diprediksi akan menembus angka 4 juta ton, yang merupakan stok tertinggi.
CBP berfungsi sebagai instrumen stabilisasi harga dan pasokan beras, yang akan disalurkan dalam bentuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) atau beras murah ketika harga di pasar mengalami kenaikan signifikan.
Program bantuan pangan beras 10 kg yang sebelumnya pernah dilaksanakan pada tahun 2024 rencananya akan kembali dilaksanakan dengan konsep yang sama, yaitu mengintervensi harga dan pasokan untuk masyarakat kelas bawah saat terjadi lonjakan harga beras.
Baca Juga: Bertahan, Berdagang Pakaian, dan Membesarkan Harapan dengan KUR BRI di Cibuaya
Informasi ini memberikan kejelasan bagi para KPM yang menantikan kapan bantuan pangan beras 10 kg akan disalurkan kembali oleh pemerintah.
Beberapa informasi penting lainnya yang perlu diketahui oleh masyarakat penerima bantuan sosial adalah adanya laporan dari beberapa KPM yang berhasil mencairkan saldo bantuan sekitar Rp1.200.000 pada tanggal 22 April 2025.
Berdasarkan analisis, kemungkinan besar saldo tersebut merupakan bantuan PKH atau BPNT tahap pertama tahun 2025 yang sudah disalurkan beberapa waktu lalu namun baru dicairkan oleh penerima.
Hal ini dimungkinkan karena bantuan yang disalurkan melalui kartu KKS tidak akan dikembalikan ke kas negara kecuali ada penarikan khusus dari Kementerian Sosial atau pihak perbankan.
Selama tidak ada penarikan, saldo bantuan akan tetap tersimpan di rekening para KPM dan dapat dicairkan sewaktu-waktu.
Selain itu, bagi masyarakat yang termasuk dalam DTSEN Desil 1 atau 2 dan memiliki anak usia sekolah, pendaftaran program Sekolah Rakyat masih dibuka hingga batas akhir 30 April 2025.
Program ini menawarkan pendidikan gratis yang ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah, sehingga masyarakat kurang mampu disarankan untuk segera mendaftarkan anak-anak mereka sebelum batas waktu tersebut berakhir.

Share this article
Informasi ini memberikan kejelasan bagi para KPM yang menantikan kapan bantuan pangan beras 10 kg akan disalurkan kembali oleh pemerintah.