AYOJAKARTA.COM – Dikabarkan Kementerian Sosial (Kemensos) resmi memulai proses pencairan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap kedua pada awal Mei 2025.
Beberapa Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bahkan sudah menerima dana bantuan dengan nilai mencapai Rp800.000, terutama yang memiliki rekening Bank Mandiri.
Pantauan terbaru melalui laman resmi cekbansos.kemensos.go.id menunjukkan bahwa banyak data penerima telah diperbarui menjadi "periode April 2025".
Baca Juga: Bisa Didapat dari Makanan! 5 Vitamin untuk Memperbaiki Saraf Rusak: Bantu Regenerasi Alami
Pembaruan ini menjadi sinyal kuat bahwa penyaluran tahap kedua tengah berlangsung.
KPM Diminta Segera Cek Status Bantuan
Perubahan periode menjadi April 2025 di sistem Cek Bansos mengindikasikan bahwa KPM yang bersangkutan masuk dalam daftar penerima bantuan tahap kedua.
Sementara itu, mereka yang datanya masih menunjukkan bulan Maret 2025 atau sebelumnya kemungkinan besar belum masuk dalam daftar pencairan tahap ini.
Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, Kementerian Sosial menyalurkan PKH dan BPNT secara bertahap setiap tiga bulan sekali.
Untuk tahap kedua tahun ini, pencairan dimulai pada Mei dan dijadwalkan berlangsung hingga Juni 2025.
Dana bantuan disalurkan melalui bank-bank anggota Himbara seperti BRI, BNI, dan Mandiri, serta lewat PT Pos Indonesia di wilayah tertentu.
Dana Bantuan Rp600 Ribu hingga Rp800 Ribu Mulai Masuk Rekening
Laporan dari sejumlah penerima menyebutkan adanya dana bantuan yang masuk ke rekening mereka dengan nominal bervariasi antara Rp600.000 hingga Rp800.000.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari Kemensos mengenai rincian jenis bantuan tersebut.
Namun, berdasarkan analisis sejumlah kasus, dana Rp800.000 diduga merupakan rapelan bantuan Atensi YAPI yang sempat tertunda selama beberapa bulan, yakni dari Januari hingga April 2025.
Adapun bantuan sebesar Rp600.000 umumnya diberikan kepada KPM yang tergolong lansia atau penyandang disabilitas dalam skema PKH.
Menariknya, beberapa dari mereka menerima dana tanpa pemberitahuan sebelumnya, kemungkinan besar karena telah diverifikasi secara otomatis melalui sistem (validasi by system).
Validasi Otomatis Jadi Faktor Penentu Pencairan Dini
Pencairan awal ini diduga dipengaruhi oleh validasi sistem Kemensos yang menyaring data KPM secara digital.
Meskipun proses finalisasi penyaluran bansos tahap kedua belum sepenuhnya rampung, sebagian penerima yang datanya telah divalidasi langsung mendapatkan haknya lebih dulu.
Masyarakat diimbau untuk rutin memeriksa status bansos mereka melalui situs resmi Kemensos atau aplikasi perbankan digital.
Bagi yang belum memiliki layanan mobile banking, disarankan untuk segera mengaktifkannya agar dapat memantau saldo secara mandiri dan tidak melewatkan pencairan yang mungkin telah masuk.
Waspadai Informasi Hoaks, Ikuti Kanal Resmi Pemerintah
Kemensos kembali mengingatkan masyarakat untuk hanya mempercayai informasi dari sumber resmi dan tidak mudah terpengaruh kabar tidak valid yang tersebar di media sosial.
Gunakan situs resmi seperti Cek Bansos Kemensos dan periksa langsung ke bank yang ditunjuk untuk menghindari kesalahpahaman.
Pemerintah terus berupaya meningkatkan efektivitas penyaluran bansos agar bantuan yang diberikan dapat menjangkau masyarakat secara merata dan tepat sasaran.
Diharapkan, penyaluran yang berjalan optimal ini dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat kurang mampu di berbagai daerah di Indonesia.***

Share this article
Dikabarkan Kementerian Sosial (Kemensos) resmi memulai proses pencairan PKH dan BPNT awal Mei 2025, cek informasi di sini