AYOJAKARTA.COM - Pada Rabu, 11 Juni 2025, kemarin, pencairan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) menunjukkan perkembangan positif.
Hal ini terjadi karena adanya bukti saldo sebesar Rp600.000 yang mulai masuk ke kartu Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di berbagai bank penyalur.
Nominal Rp600.000 ini merupakan gabungan komponen bantuan untuk lansia dan penyandang disabilitas dalam program PKH tahap kedua periode April-Mei-Juni 2025.
Baca Juga: Banyak yang Baru! 50 Fitur Tersembunyi iOS 26 dari Liquid Glass hingga Kecerdasan AI Terdepa
Pencairan terbaru tercatat terjadi di beberapa lokasi, antara lain di SPBU Diponegoro pada pukul 10.01 WIB dan di Toko Oen Paguat pada pukul 14.00 WIB, keduanya melalui penarikan tunai dengan nominal yang sama.
Meskipun pencairan mulai terlihat, sistem Standing Instruction (SI) belum aktif secara menyeluruh di seluruh wilayah Indonesia.
Sehingga Keluarga Penerima Manfaat (KPM) disarankan untuk melakukan pengecekan saldo secara berkala namun tidak terlalu sering.
Perkembangan penting lainnya adalah adanya perubahan signifikan dalam data penerima manfaat yang dilakukan oleh Kementerian Sosial.
Sebanyak 1,9 juta KPM telah digraduasi atau dihapus dari kepesertaan PKH, sementara 7.397.277 KPM juga dihapus sebagai penerima manfaat Kartu Indonesia Sehat Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (KIS PBI JK).
Baca Juga: Kabar Gembira! KPM PKH-BPNT Bisa Dapat Tambahan Rp1,8 Juta dari PIP 2025
Penghapusan ini dilakukan berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dengan kriteria desil ekonomi.
Dimana KPM yang masuk kategori desil 6, 7, 8, 9, dan 10 tidak lagi berhak menerima bantuan sosial PKH maupun BPNT.
Sebaliknya, KPM yang berada pada desil 1, 2, 3, dan 4 dipastikan masih dapat menerima bantuan. Untuk menggantikan KPM yang dihapus.
Telah muncul status "persiapan data awal" di aplikasi DTSEN yang menandakan adanya calon penerima BPNT baru hasil seleksi ulang dari 1,9 juta KPM yang digraduasi sebelumnya.
Bagi masyarakat yang merasa layak menerima bantuan namun belum terdaftar sebagai penerima manfaat.
Baca Juga: Panduan Lengkap Cara Pilih SMA Swasta di SPMB Bersama Jakarta 2025
Disarankan untuk melakukan pengecekan melalui situs resmi cekbansos.kemensos.go.id atau menghubungi pendamping sosial, operator desa/kelurahan.
Dan supervisor setempat untuk memastikan status kepesertaan dan kategori desil ekonomi mereka.
KPM yang sebelumnya sudah mendaftar melalui aplikasi Cekbansos di Play Store namun belum mendapat respons dari Dinas Sosial, juga diminta untuk melakukan pengecekan ulang karena kemungkinan sudah masuk dalam tahap persiapan data awal.
Untuk memastikan keakuratan informasi, KPM dapat melakukan pengecekan saldo secara langsung di mesin EDC atau ATM bank penyalur seperti BRI, BNI, dan Mandiri.
Meskipun beredar kabar bahwa bantuan PKH-BPNT periode April-Mei-Juni sudah berstatus SI di beberapa wilayah.
Pihak Kementerian Sosial belum memberikan konfirmasi resmi terkait hal tersebut, sehingga masyarakat diminta untuk tetap menunggu pengumuman resmi.***

Share this article
bukti saldo sebesar Rp600.000 yang mulai masuk ke kartu Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di berbagai bank penyalur untuk bantuan PKH dan BPNT